Vaksin Untuk Virus HIV

https://www.infokeperawatan.comVaksin merupakan substansi yang memicu produksi anti bodi dalam upaya untuk menghancurkan mikroorganisme penyerang. Para ahli riset sudah dan sedang bekerja untuk mengembangkan vaksin bagi virus HIV sejak virus tersebut ditemukan.

Beberapa uji vaksin kini tengah dilakukan pada para relawan manusia yang seronegatif. Karena sifat dan perilaku virus HIV yang kompleks, kebanyakan ilmuan sepakat bahwa vaksin untuk virus HIV masih belum akan tersedia dalam beberapa tahun ini.

Tanpa adanya pedoman untuk mengembangkan perlindungan jangka panjang terhadap inveksi HIV, kita tidak mengetahui tipe respons imun apa (yaitu, antibody yang menetralkan, limfosit T sitotoksik atau keduanya) yang diperlukan untuk memberikan perlindungan secara penuh.

Masalah lain yang perlu dipertimbangkan dalam mengembangkan dan menguji sebuah vaksin adalah pengidentifikasian populasi penelitian yang tepat.

ebagai contoh,kita mungkin sulit menentukan apakah penurunan angka infeksi pada kelompok homoseksual pria terjadi akibat penggunaan vaksin atau akibat perubahan praktik seksual sebagai hasil dari upaya penyuluhan yang massif.

Penelitian terhadap kelompok pemakai obat bius IV selama beberapa tahun dalam uji vaksin kemungkinan besar juga sulit terlaksana karena orang-orang ini sering tidak memiliki tempat tinggal yang tetap dan terlibat dalam aktivitas yang gelap.

Akhirnya terdapat pula beberapa masalah hokum dan etika, termasuk pertanggungjawaban  pabrik pembuat vaksin, kemungkinan timbulnya seropositivitas  AIDS pada subjek penelitian dan munculnya efek samping yang serius.