Terapi dan Penatalaksanaan Kanker Kulit

https://www.infokeperawatan.comTujuan terapi adalah untuk menghilangkan atau menghancurkan secara total semua jaringan tumor. Metode terapinya bergantung pada lokasi tumor, tipe sel (lokasi dan kedalaman), keinginan kosmetik pasien, riwayat terapi sebelumnya, apakah tumor tersebut bersifat invasif ataukah tindakan, dan ada tidaknya kelenjar limfe yang mengalami metastase (nodus metastatik).

Penatalaksanaan karsinoma sel basal dan sel skuamosa mencakup tindakan eksisi dengan pembedahan, pembedahan mikrografik Mohs, bedah elektro, bedah beku dan terapi radiasi.

Eksisi Bedah.

Tujuan utamanya adalah untuk mengangkat keseluruhan tumor. Cara yang baik untuk mempertahankan penampilan kosmetika adalah dengan menempatkan garis inisis di sepanjang garis tegangan kulit yang normal dan garis anatomis tubuh yang alami.

Dengan cara ini, jaringan parut yang terbentuk tidak akan mudah terlihat. Ukuran insisi tergantung pada ukuran dan lokasi tumor, kendati biasanya meliputi rasio panjang terhadap lebar.

Memadainya eksisi dengan pembedahan dipastikan melalui evaluasi mikroskopik terhadap potongan-potongan spesimen. Kalau tumornya berukuran besar, pembedahan rekostruksi dengan menggunakan skin flap atau graf kulit mungkin diperlukan.

Luka insisi di tutup lapis demi lapis untuk memperbesar efek kosmetika. Verban tekan dipasang pada luka untuk penyangga. Infeksi jarang di jumpai sesudah tindakan eksisi yang sederhana jika tindakan aseptik bedah yang benar tetap dipertahankan selama dan sesudah operasi.

Pembedahan mikrografik Moh.

Pembedahan mikrografik merupakan metode pembedahan untuk mengangkat lesi kulit yang maglinan; metode ini paling akurat dan paling menyelamatkan jaringan normal.

Ketika teknik bedah ini diperkenalkan untuk pertama kalinya, tindakan eksisi dilakukan setelah jaringan tumor di olesi dengan pasta seng klorida (bedah kimia atau chemosurgery).

Sekarang ini, pembedahan mikrografik dilaksanakan bedah kimia. Prosedur pembedahan tersebut mengharuskan pengangkatan tumor lapis demi lapis.

Lapisan pertama yang dieksisi mencakup semua jaringan tumor yang terlihat jelas dan sedikit bagian tepi jaringan yang tampak normal. Spesimen ini kemudian dibekudinginkan dan dianalisis dengan sayatan untuk menentukan apakah semua jaringan tumor sudah diangkat. Jika belum, lapisan jaringan berikutnya diangkat dan diperiksa sampai semua bagian tepi kulit yang normal tidak mengandung tumor.

Dengan cara ini, hanya tumor dan bagian tepi jaringan normal yang diangkat; dengan demikian pembedahan mikrografik Moh merupakan prosedur yang direkomendasikan untuk menyelamatkan jaringan normal.

Angka kesembuhan bagi karsinoma sel basal maupun sel skuamosa dengan pembedahan Moh mendekati 99% ; karena itu metode ini merupakan terapi yang terpilih. Teknik pembedahan ini juga paling efektif untuk tumor yang terjadi disekitar mata, hidung, bibir bagian bawah dan daerah aurikuler serta periaurikuler.