Rumus Penggantian Cairan Pada Pasien Luka Bakar

https://www.infokeperawatan.comPenggantian Cairan

Tidak ada cara yang kita ketahui untuk menghentikan pengaliran cairan ke dalam ruang-ruang interstisial, kendati penggantian cairan dimungkinkan. Kebutuhan cairan diproyeksikan dalam 4 jam pertama dihitung oleh dokter berdasarkan luas luka bakar.

Beberapa kombinasi kategori cara dapat digunakan :

1. koloidWhole blood, plasma serta plasma expander, dan

2. kristaloid/ elektrolit-larutan natrium klorida fisiologik atau larutan Ringer laktar. Resusitasi cairan yang adekuat menghasilkan sedikit penurunan volume darah selama 24 jam pertama pasca luka bakar dan mengembalikan kadar plasma pada nilai yang normal pada akhir periode 48 jam.

Berbagai rumus telah dikembangkan untuk memperkirakan kehilangan cairan berdasarkan estimasi persentase luas permukaan tubuh yang terbakar dan berat badan pasien. Rumus-rumus ini disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan masing-masing pasien.

Rumus Konsensus.

Pada tahun 1987, NIH Consensus Development Conference on Supportive Therapy in Burn Care (konverensi untuk penyusunan consensus NIH mengenai Terapi Suportif dalam Perawatan Luka Bakar) menetapkan bahwa garam dan air merupakan kebutuhan yang esensial bagi luka bakar, tetapi koloid bisa diperlukan bisa tidak dalam 24 hingga 48 jam pertama pasca luka bakar.

Rumus yang menjadi consensus menyampaikan pemberian larutan garam seimbang dalam 24 jam pertama dengan jumlah yang berkisar dari 2 hingga 4 ml per kilogram berat badan per persen luka bakar (ml/kg%).

Umumnya larutan Ringer laktat dengan takaran 2 ml/kg/% luas luka bakar dapat diberikan sebagai terapi inisial bagi pasien dewasa.

Rumus tersebut merupakan rumus penggantian cairan yang paling sering digunakan pada saat ini. Sebagaimana halnya dengan rumus-rumus yang lain, separuh dari jumlah total yang dihitung harus diberikan dalam 8 jam pertama pasca luka bakar, dan separuhnya lagi diberikan dalam 16 jam berikutnya. Kecepatan dan volume cairan infuse harus diatur menurut respons pasien.