Prinsip Yang Mendasari Konduksi Bunyi

https://www.infokeperawatan.comBunyi memasuki telinga melalui kanalis auditorius eksternus dan menyebabkan membrana timpani bergetar.

Getaran menghantarkan suara, dalam bentuk energi mekanis, melalui gerakan pengungkit osikulus jendela oval.

Energi mekanis ini kemudian dihantarkan melalui cairan telinga dalam ke koklea, dimana akan di konversi menjadi energi elektris.

Energi elektris ini kemudian berjalan melalui nervus vestibulokoklearis ke sistem nervus sentral, di mana akan di analisis dan diterjemahkan dalam bentuk akhir sebagai suara.

Selama proses penghantaran ini, gelombang suara menghadapi masa yang jauh lebih kecil, dari aurikulus yang berukuran besar sampai jendela oval yang sangat kecil, yang mengakibatkan peningkatan amplitudo bunyi.

Fisiologi fungsional jendela oval dan bulat mempunyai peran yang penting. Jendela oval dibatasi oleh ligamen anulare fleksibel dari stapes dan membran jendela bulat sangat lentur, memungkinkan gerakan penting, seimbang dan berlawanan selama stimulasi bunyi.

Dataran kaki stapes menerima impuls dari membrana timpani. Jendela bulat yang membuka pada sisi berlawanan duktus koklearis, dilindungi dari gelombang bunyi oleh membrana timpani yang utuh, jadi memungkinkan gerakan cairan telinga dalam oleh stimulasi gelombang suara misalnya, pada membran timpani utuh yang normal.

Gelombang suara merangsang jendela oval dulu, dan terjadi jeda sebelum efek terminal stimulasi mencapai jendela bulat.

Namun waktu jeda akan berubah bila ada perforasi pada membrana timpani yang cukup besar yang memungkinkan gelombang bunyi merangsang kedua jendela oval dan bulat bersamaan.

Ini mengakibatkan hilangnya jeda dan menghambat gerakan maksimal motilitas cairan telinga dalam dan rangsangan terhadap sel-sel rambut organ Corti, dan koklea, bergerak seperti gelombang.

Gerakan membrana akan menimbulkan arus listrik yang akan merangsang berbagai daerah koklea. Sel rambut akan memulai impuls saraf yang telah dikode dan kemudian dihantarkan ke korteks auditorius dalam otak, dimana kemudian di dekode menjadi pesan bunyi.

Pendegaran dapat terjadi dalam dua cara. Bunyi yang dihantarkan melalui telinga luar dan tengah yang terisi udara berjalan melalui konduksi udara.

Suara yang dihantarkan melalui tulang secara langsung ke telinga dalam dengan cara konduksi tulang. Normalnya, konduksi udara merupakan jalur yang lebih efesien; namun adanya defek pada mebrana timpani atau terputusnya rantai osikulus akan memutuskan konduksi udara normal dan mengakibatkan hilangnya rasio tekanan-suara dan kehilangan pendengaran konduktif.