Preparat Kortikosteroid untuk Kasus Alergi yang Lebih Berat

https://www.infokeperawatan.comPreparat kortikosteroid intranasal merupakan indikasi bagi kasus-kasus alergi yang lebih berat dan kasus-kasus rhinitis persisten yang tidak bisa dikendalikan dengan obat-obat yang lebih konvensional seperti dekongestan, antihistamin dan kromolin intranasal. Sekarang ini sudah tersedia empat macam preparat:

  • Beklometason (Beconase, Vancenase)
  • Deksametason (decadron phosphate turbinaire)
  • Flunisolid (nasalide)
  • Triamsinolon (Nasacort)

Karena kerja anti inflamasinya, keempat preparat tersebut sama efektifnya dalam mencegah atau mensupresi seluruh gejala utama rhinitis alergik. Biasanya preparat ini diberikan lewat alat penyemprot berukuran.

Jika saluran hidung tersumbat, preparat dekongestan topical dapat diteteskan terlebih dahulu untuk melapangkan jalan napas sebelum pemberian kortikosteroid intranasal. Yang penting, pasien diberitahu bahwa khasiat yang penuh baru akan tercapai setelah beberapa hari hingga 2 minggu kemudian.

Efek merugikan pada penggunaan kortikosteroid intranasal adalah ringan dan mencakup pengerikan mukosa nasal serta perasaan terbakar dan gatal.

Semua efek ini diperkirakan terjadi akibat sarana yang digunakan untuk memberikan obat tersebut dan bukan karena obatnya sendiri. Efek sistemik lebih besar kemungkinannya terjadi pada pemberian deksametason; karena itu, penggunaan preparat ini dianjurkan untuk dibatasi sampai selama 30 hari saja.

Beklometason, flunisolid dan triamsinolon akan mengalami inaktivasi yang cepat sesudah diserap sehingga tidak menghasilkan kadar yang signifikan dalam darah.

Karena preparat kortikosteroid intranasal dapat menekan system pertahanan tubuh, obat ini harus digunakan secara hati-hati pada penderita tuberculosis atau infeksi pada paru-paru yang tidak diobati.

Preparat kortikosteroid oral dan parenteral baru digunakan kalau terapi konvensional sudah mengalami kegagalan sementara gejalanya berat dan berlangsung singkat.

Preparat ini dapat mengendalikan gejala reaksi alergi seperti hay fever, alergi karena obat dan reaksi alergi terhadap sengatan serangga.

Megingat respons terhadap kortikosteroid bersifat lambat, penggunaan preparat kortikosteroid oral dan parenteral kurang atau tidak bermanfaat sebagai terapi akut untuk reaksi yang berat seperti anafilaksis.

Pasien yang menggunakan kortikosteroid harus diingatkan agar tidak menghentikan penggunaan obat tersebut secara mendadak atau tanpa petunjuk yang spesifik dari dokternya.

Kepada pasien juga harus diberitahu tentang efek samping preparat kortikosteroid tersebut yang mencakup retensi cairan, penambahan berat badan, hipertensi, iritasi lambung, intoleransi glukosa dan supresi adrenal.