Pertimbangan Gerontologik Pasien Luka Bakar

https://www.infokeperawatan.com/Berkurangnya mobilitas, gangguan penglihatan dan penurunan sensibilitas pada kaki serta tangan menempatkan kaum lanjut-usia pada kelompok yang berisiko untuk mengalami luka bakar.

Turner, Leman dan Jordan mendapatkan bahwa cedera terbakar sat memasak merupakan penyebab 27% wanita lanjut-usia yang masuk rumah sakit khusus luka bakar. Para perawat komunitas dan kunjungan rumah perlu melakukan pengkajian terhadap kesanggupan pasien-pasien lanjut-usia serta keluarganya dalam melaksanakan berbagai kegiatan hidup sehari-hari dengan aman, membantu pasien lanjut-usia serta keluarganya untuk memodofikasi lingkungan mereka agar keamanan pasien terjamin dan melakukan rujukan jika diperlukan. Tujuan yang penting bagi semua orang dan bukan hanya kaum lanjut usia adalah pencegahan luka bakar.

Morbiditas dan mortalitas yang berkaitan dengan luka bakar biasanya lebih besar pada pasien-pasien yang  berusia lanjut ketimbang pada pasien-pasien muda. Penipsan serta hilangnya elastisitas kulit pada orang tua merupakan factor predisposisi untuk mengalami cedera yang dalam ketika terkena luka bakar yang pada pasen yang lebih muda kurang menimbulkan akibat yang parah.

Lebih lanjut, penyakit kronik akan menurunkan kemampuan tunuh orang tua untuk bertahan terhadap stress multisistemik yang ditimbulkan oleh luka bakar. Penurunn fungsi system kardiovaskuler, ginjal dan pulmoner menyebabkan semakin perlunya pengamatan yang ketat dalam fase darurat dan akut terhadap pasien-pasien lanjut-usia dengan luka bakar yang relative kecil sekalipun.

Gagal ginjal akut jauh lebih sering ditemukan pada pasien lanjut-usia ketimbang pada pasien yang berusia di bawah 40 tahun. Batas perbedaan antara hipovolemia dan kelebihan beban cairan sangat kecil. Supresi respons imunologi yang insidensinya tinggi pada malnutrisi dan ketidakmampuan untuk menghadapi stress metabolic (seperti hawa yang dingin) lebih lanjut akan mempengaruhi kemampuan penyembuhan pada orang tua.

Pemisahan eskar pada luka bakar full-thickness secara khas akan terjadi lebih lambat pada pasien-pasien lanjut-usia, dan karena orang tua kerapkali memiliki factor risiko yang buruk dalam menjalani pembedagan eksisi, maka perawatan di rumah sakit serta imobilisasi yang berkepanjangan dan berbagai masalah lain yang berkaitan sering dijumpai.

Namun demikian, jika pasien yang berusia lanjut pada mentoleransi pembadahan, dokter lebih suka untuk mengangkat eskar dan menutup lukanya dengan balutan biologic atau autografi sebelum infeksi serta masalah lainnya menyebabkan keadaan umum pasien semakin mundur.