Perawatan untuk Penyakit Lupus Eritematosus

https://www.infokeperawatan.comPertimbagan keperawatan

Disamping pengkajian umum yang dilakukan untuk pasien reumatik, pengkajian untuk kasus SLE yang sudah diketahui atau yang masih dicurigai memiliki beberapa keistimewaan. Inspeksi kulit dilakukan untuk menemukan ruam eritematous.

Plak eritematous pada kulit dengan skuama yang melekat dapat terlihat pada kulit kepala, muka atau leher. Daerah-daerah hiperpigmentasi atau depigmentasi dapat ditemukan menurut fase dan tipe penyakitnya.

Kepada pasien harus ditanyakan mengenai perubahan kulit (karena bisa bersifat sepintas) dan secara spesifik tentang sensitivitas pasien terhadap cahaya matahari atau sinar ultraviolet artifisial.

Infeksi kulit kepala dilakukan untuk menemukan gejala alposia, dan inspeksi mulut serta tenggorok untuk ulserasi yang mencerminkan gangguan gastrointestinal.

Pengkajian kardiovaskuler mencakup auskultasi untuk mendengar friction rub perikardium yang dapat menyertai miokarditis dan efusi pleura.

Efusi pleura serta infiltrasi mencerminkan insufisiensi respiratorius dan diperlihatkan oleh suara paru yang abnormal. Lesi eritematous papuler dan purpura yang bisa menjadi nekrosis menunjukkan gangguan vaskuler. Semua lesi ini dapat terjadi pada ujung jari tangan, siku, jari kaki, dan permukaan ekstensor lengan bawah atau sisi lateral tangan.

Pembengkakan sendi, nyeri tekan, sendi yang terasa hangat, nyeri saat digerakkan dan rasa kaku semuanya merupakan tanda-tanda gangguan muskuloskeletal. Gangguan sendi kerapkali bersifat simetrik dan serupa tangan yang dijumpai pada artritis reumatoid.

Edema dan hematuria menunjukkan gangguan renal. Di samping pengkajian fisik, bukti yang memastikan gangguan sistemik dapat ditumakan dalam hasil-hasil pemeriksaan laboratorium.

Interaksi dengan pasien dan keluarganya dapat memberikan bukti lebih lanjut mengenai adanya gangguan sistemik. Pengkajian neurologik di tunjukan untuk mengenali dan menjelaskan setiap permasalahan pada setiap sistem saraf pusat.

Kepala pasien dan anggota keluarganya dapat ditanyakan tentang setiap perubahan perilaku, neurosis atau psikosis. Tanda-tanda depresi harus dicatat selain laporan mengenai serangan kejang-kejang, korea ataupun manifestasi SSP lainnya.

Asuhan keperawatan bagi penderita SLE dilaksanakan berdasarkan rencana asuhan keperawatan dasar (Rencana Asuhan Keperawatan) bagi pasien penyakit reumatik.

Masalah yang paling sering dirasakan oleh pasien adalah keletihan, gangguan integritas kulit, gangguan citra tubuh dan kurang pengetahuan untuk mengambil keputusan mengenai penatalaksanaan mandiri.

Penyakit atau penanganannya dapat menghasilkan perubahan dramatis dalam penampakan dan gejala distres yang cukup berat pada diri pasien.

Perubahan dan perjalanan penyakit SLE yang tidak bisa diramalkan sangat memerlukan keterampilan yang pakar dalam menilainya, dan asuhan keperawatan serta kepekaan terhadap reaksi psikologik pasien.