Perawatan Pasien Pemfigus Vulgaris

https://www.infokeperawatan.comKarena penderita pemfigus vulgaris biasanya dirawat di rumah sakit pada suatu saat sewaktu terjadi eksaserbasi, perawat segera mendapatkan bahwa pemfigus bisa menjadi penyebab ketidak mampuan yang bermakna.

Gangguan kenyamana yang konstan dan distres yang dialami pasien serta bau lesi yang amis membuat pengkajian serta penatalaksanaan keperawatan yang efektif yang sebagai suatu tantangan.

Aktifitas penyakit dipantau secara klinis dengan memeriksa kulit untuk mendeteksi timbulnya bula yang baru yang biasanya berdinding tegang dan tidak mudah pecah.

Kulit kepala, dada dan daerah-daerah kulit disekitarnya harus diperiksa untuk  menemukan bula. Daerah-daerah tempat kesembuhan sudah terjadi dapat memperlihatkan tanda-tanda hiperpigmentasi. Perhatian khusus yang harus diberikan untuk mengkaji tanda-tanda dan gejala infeksi.

Diagnosis Keperawatan

Berdasarkan data-data hasil pengkajian keperawatan, diagnosis keperawatan pasien yang utama mencakup:

a. Nyeri pada rongga mulut dan kulit yang berhubungan dengan pembentukan bula serta erosi

b. Kerusakan integritas kulit yang berhubungan dengan ruptura bula dan daerah kulit yang tebuka (terkelupas)

c. Ansietas dan kemampuan koping tidak efektif yang berhubungan dengan penampilan kulit dan tidak adanya harapan bagi kesembuhan.

Komplikasi Potensial

Berdasarkan data-data hasil pengkajian, komplikasi yang potensial mencakup:

a. Infeksi dan sepsis yang berhubungan dengan hilangnya berier protektif kulit dan membran mukosa

b. Kurang volume cairan berhubungan dengan hilangnya cairan jaringan

Perencanaan dan Implementasi

Sasaran.

Sasaran utama bagi pasien dapat mencakup peredaan gangguan rasa nyaman akibat lesi, kesembuhan kulit, berkurangnya ansietas atau kecemasan serta perbaikan kemampuan koping dan tidak terdapatnya komplikasi.