Perawatan Pasien Akne

https://www.infokeperawatan.comHampir semua orang pernah mengalami lesi atau cacat kulit tersebut sekali-kali dalam usia remaja. Dengan mengamati dan mendengarkan, perawat dapat mengetahui bagaimana persepsi pasien terhadap keadaan kulitnya.

Orang muda yang satu mungkin menganggap lesi yang kecil sebagai cacat yang tidak bisa ditoleransi sementara remaja lainnya memandang kelainan yang lebih luas sebagai hal yang “normal.”

Para remaja dalam tahun-tahun formatif perkembangannya merupakan orang yang rentan dan perlu didekati dengan empati serta rasa perhatian ketika mereka berupaya untuk mengatasi akne. Perawat harus mencamkan hal ini selama melaksanakan penilaian dan berbagai kontak lainnya dengan para remaja.

Remaja usia belasan tahun dan wanita muda dalam usia reproduktif yang mendapatkan pengobatan akne harus menjalani pemeriksaan untuk mengkaji kegiatan seksual mereka dan metode kontrasepsi yang digunakannya, khususnya jika pengobatan akne tersebut meliputi pemakaian isotretinoin (Accutane) yang diketahui memiliki sifat-sifat teratogenik. Pemakaiannya mutlak memerlukan pengendalian kehamilan dalam waktu 2 bulan sesudah terapi selesai dilakukan.

Daftar lengkap yang memuat nama-nama preparat kosmetik, krim, obat pelembab kulit dan preparat akne yang dibeli di toko-toko obat serta baru saja digunakan oleh pasien harus diperoleh.

Di samping itu, penilaian terhadap persepsi pasien mengenai faktor-faktor yang memicu peningkatan intensitas akne atau yang membuat lesi semakin parah, seperti makanan dan minuman, gesekan atau tekanan dari pakaian seperti kerah baju, helm, tali helm atau pita kepala, atau trauma akibat upaya untuk memijat keluar komedo dengan tangan, semuanya ini merupakan tindakan yang berguna.

Kulit pasien diregangkan dengan hati-hati dan kemudian lesinya diinspeksi pada saat melakukan pemeriksaan jasmani. Komedo yang tertutup (yang merupakan prekursor untuk terjadinya lesi inflamatori yang lebih besar) tampak seperti papula kecil yang agak menonjol.

Komedo yang terbuka akan terlihat datar atau agak menonjol dengan pemadatan bagian tengah folikel. Ciri-ciri lesi inflamatori (papula, pustula, nodul, kista) harus dicatat.