Perawatan di Rumah Pasien Laser Argon dan Terapi Laser Karbon Dioksida

https://www.infokeperawatan.comPendidikan pasien dan Pertimbangan Perawatan di Rumah Pasien Terapi Laser Argon

Kompres dingin biasanya dilakukan di daerah terapi selama kurang lebih 6 jam untuk mengurangi edema, pembentukan eksudat dan gangguan permeabilitas kapiler.

Kepada pasien diberitahukan bahwa pembengkakannya baru mereda setelah 1 hinnga 2 hari dan kemudian akan diikuti oleh pembentukan krusta yang akan berlangsung selama 7 hingga 10 hari.

Pasien tidak boleh mengupas krusta yang terbentuk itu. Salep antibiotik baru digunakan setelah krusta terlepas sendiri. Preparat tatarias tidak boleh dipakai sebelum lukanya benar-benar sembuh.

Pajanan matahari pada daerah yang diterapi harus dihindari agar tidak terjadi hipopigmentasi. Preparat tabir-surya dipakai jika pajanan tersebut tidak terelakkan.

Terapi Laser Karbon Dioksida

Laser karbon dioksida (CO2) akan mengemisikan cahaya yang tidak terlihat dalam spektrum inframerah dan akan diserap oleh permukaan kulit akibat kandungan air yang tinggi pada kulit dan panjang gelombang sinar CO2 yang panjang.

Ketika pancaran sinar laser menumbuk jaringan tubuh manusia, sinar ini akan diserap oleh air intrasel maupun ekstrasel yang akan menguap sehingga merusak jaringan.

Laser CO2 merupakan instrumen bedah dengan presisi yang digunakan untuk menguap dan mengeksisi jaringan dengan kerusakan yang minimal.

Karena dapat menghentikan aliran pembuluh darah dan limfe, sinar tersebut akan menghasilkan lapangan bedah yang kering sehingga banyak prosedur pembedahan dapat dilaksanakan dengan lebih muda dan cepat.

Karena itu, pembedahan laser karbondioksida aman dipakai pada pasien-pasien yang mendapat terapi antikoagulan.

Terapi laser ini juga berguna untuk menghilangkan nevus epidermis, tato, veruka atau kutil tertentu, kanker kulit, kuku jari yang tumbuh ke dalam dan keloid.

Insisi yang dilakukan dengan sinar laser akan sembuh dan membentuk parut sama seperti yang terjadi pada insisi oleh skalpel.

Selama penggunaan laser, keamanan mata pasien dan petugas dijaga dengan mengenakan kacamata (goggles) pengaman yang jernih.

Di samping itu, semua orang yang terlibat dalam terapi bedah ini seyogyanya mengenakan masker bedah penahan laser untuk menghindari inhalasi asap produk sampingan sinar laser yang dinamakan plume.