Perawatan dalam Memperbaiki Status Nutrisi Pasien

https://www.infokeperawatan.comStatus nutrisi dinilai dengan memantau berat badan; asupan makanan; hasil pengukuran antropometrik; dan kadar albumin, BUN, protein serta transferin dalam serum.

Pasien juga dinilai untuk menemukan factor-faktor yang mengganggu asupan oral, seperti anoreksia, infeksi kandida pada mulut serta esophagus, mual, nyeri, kelemahan dan keadaan mudah letih, serta intoleransi laktosa. Berdasarkan hasil-hasil penilaian ini, perawat dapat menginplementasikan tindakan yang spesifik untuk memfasilitasi asupan oral.

Pengendalian mual dan muntah dengan obat-obat antiemetic yang diberikan secara teratur dapat meningkatkan asupan diet pasien. Asupan makanan yang tidak memadai karena luka-luka pada mulut atau sakit leher dapat diatasi dengan resep preparat opioid dan larutan lidokain (untuk kumur mulut dan ditelan).

Disamping itu, pasien dianjurkan untuk memakan makanan yang mudah ditelan dan menghindari makanan yang kasar, pedas atau pun lengket serta terlalu panas atau dingin. Tindakan menjaga hygiene oral sebelum atau sesudah makan harus dianjurkan.

Kalau keadaan mudah lelah dan kelemahan mengganggu asupan makanan, pasien harus didorong untuk beristirahat dahulu sebelum makan.

Selain itu, jadwal makan harus diatur sedemikian rupa sehingga waktunya tidak jatuh pada saat pasien baru saja menjalani tindakan yang menimbulkan nyeri atau yang tidak menyenangkan.

Pasien yang mengalami diare atau kram perut harus dianjurkan untuk menghindari jenis makanan yang merangsang motilitas usus dan distensi abdomen, seperti makanan yang kaya serat atau laktosa jika pasien tersebut menderita intoleransi laktosa.

Konsultasi dengan ahli diet/gizi diperlukan untuk menentukan kebutuhan nutrisi pasien. Kepada pasien harus dijelaskan cara-cara meningkatkan nilai gizi makanan.

Penambahan telur, mentega, margarine atau susu yang sudah difortifikasi (susu skim bubuk dapat ditambahkan pada susu untuk meningkatkan kandungan kalorinya) pada kaldu, sup atau milkshakes dapat menambah kalori serta protein.

Penggunaan suplemen kemersial seperti pudding, serbuk, milkshakes dan advera (produk nutirisi yang dirancang khusus untuk penderita HIV atau penyakit AIDS) dapat dianjurkan.

Pasien yang dapat mempertahankan status nutrisinya lewat asupan oral mungkin memerlukan terapi nutrisi enteral atau parenteral. Kepada pasien dan keluarganya harus disampaikan petunjuk tentang cara melaksanakan terapi nutrisi tersebut ketika pasien pulang kerumah.

Perawat komunitas dan perawatan dirumah (home care) dapat memberikan pelajaran tambahan serta dukungan kepada pasien setelah pulang dari rumah sakit.

Konsultasi kepada pekerja social mungkin diperlukan untuk mengenali sumber-sumber dukungan financial bagi pasien yang tidak dapat membeli atau mempersiapkan makanannya.

Rujukan kepada berbagai sumber masyarakat mungkin diperlukan jika pasien tidak dapat berbelanja atau memasak makanannya sendiri. Sumber-sumber ini dapat menyediakan tenaga relawan yang bisa menolong pasien dirumah dan didalam lingkungan masyarakat.