Pengobatan dan Pendidkan Pasien Infeksi Kutu Kepala

 https://www.infokeperawatan.comPenatalaksanaan

Terapinya mencakup pengeramasan rambut memakai sampo yang mengandung lindane (Kwell) atau senyawa piretrin dengan piperonil butoksida (sampo RID  dan R&C).

Kepada pasien dianjurkan untuk megeramas kulit kepala  dan rambut menurut petunjuk pemakaian shampo tersebut. Sesudah dibilas sampai bersih, rambut disisir dengan sisir bergigi halus (serit) yang sudah dicelupkan dalam cuka agar telur atau cangkang telur tuma yang tertinggal dapat terlepas dari batang rambut.

Telur tuma sangat sulit dilepas  dan mungkin harus diambil dengan jari tangan satu per satu (karena itu, orang awam memakai istilah “mencari kutu”).

Semua barang, pakaian, handuk dan perangkat tempat tidur yang bisa mengandung tuma atau telurnya harus dicuci dengan air panas sedikitnya dengan suhu 540C atau dicuci kering (dry cleaning) untuk mencegah infestasi ulang.

Perabot, permadani, dan karpet yang berbulu harus sering dibersihkan dengan alat vacum cleaner, sisir dan sikat rambut juga harus didisinfeksi dengan shampo. Semua anggota keluarga dan orang yang berhubungan erat dengan pasien harus diobati.

Komplikasi seperti pruritus yang hebat, pioderma (infeksi kulit yang membentuk pus) dan dermatitis diobati dengan preparat antipruritus, antibiotik sistematik serta kortikosteroid topikal.

Pendidikan Pasien dan Pertimbangan Perawatan di Rumah.

Kepada pasien dijelaskan bahwa tuma dapat menjangkiti setiap orang dan bukan merupakan tanda ketidak bersihan. Keadaan ini menyebar dengan cepat sehingga terapinya harus segera dimulai.

Epidemi disekolah dapat diatasi dengan menyuruh semua siswa untuk mengeramas rambutnya pada malam yang sama. Kepada peserta didik harus diingatkan agar tidak memakai sisir, sikat rambut, atau topi yang sama.

Setiap anggota keluarga harus diperiksa setiapa hari untuk melihat adanya tuma selama sedikitnya 2 minggu, kepada pasien harus diberitahukan bahwa lindane dapat memberikan efek  toksik kalau tidak digunakan dengan benar