Pengkajian Perawatan Pasien Rematik

https://www.infokeperawatan.comKedalaman dan fokus pengkajian keperawatan tergantung pada beberapa faktor. Faktor-faktor ini mencakup lingkungan pelayanan kesehatan (klinik atau tempat praktik, rumah, fasilitas perawatan yang diperluas, puskesmas atau rumah sakit), peranan perawat (perawat kesehatan rumah;  praktisi keperawatan; perawat rumah sakit, puskesmas, klinik atau tempat praktik).

Perawat kerapkali merupakan orang pertama dalam tim pelayanan kesehatan yang mengadakan kontak dengan pasien, dan sering menjadi petugas kesehatan yang posisinya paling tepat untuk membantu pelaksanaan perawatan dasar serta kebersihan perorangan.

Hal ini memudahkan perawat untuk menilai persepsi pasien terhadap kelainan dan situasi yang dihadapinya, tindakan yang harus dilakukan untuk meredakan gejala, rencana terapi dan harapan.

Pengkajian perawat dapat membawa kepada pengenalan terhadap masalah yang dapat ditangani dengan intervensi keperawatan dan melalui kolaborasi bersama anggota team lainnya untuk mencapai hasil akhir yang diharapakan pasien.

Anamnesis riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik harus difokuskan pada gejala sekarang dan gejala yang pernah dialami seperti keluhan mudah lelah, lemah, nyeri, kaku, demam/panas, anoreksia dan efek gejala sekarang dan gejala yang pernah dialami seperti keluhan mudah lelah, lemah, nyeri, kaku, demam/panas, anoreksia dan efek gejala tersebut terhadap gaya hidup serta citra diri pasien.

Karena penyakit reumatik mempengaruhi banyak sistem tubuh, maka riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik harus mencakup peninjauan dan pemeriksaan semua sistem dengan memberikan perhatian terutama kepada bagian-bagian tubuh yang paling sering terkena, termasuk sistem muskuloskeletal.

Status psikologis serta mental pasien serta sistem dukungan sosial juga harus dikaji sebagaimana pula kemampuan pasien untuk turut serta dalam aktivitas sehari-hari, melaksanakan program pengobatannya dan mengelola perawatan mandiri.

Informasi yang didapat bisa memberikan pandangan mengenai pemahaman pasien terhadap program pengobatan dan dapat mengungkapkan kesalahan dalam penggunanaan obat, ketidakpatuhan atau pemakainan obat-obat lain yang belum terbukti khasiatnya.

Bidang-bidang lainnya yang perlu dinilai adalah pemahaman pasien, motivasi, kemampuan untuk mengatasi masalah, pengalaman di masa lalu, prankonsepsi dan ketakutan pasien. Efek penyakit terhadap konsep diri pasien dan kemampuan koping juga harus dikaji.

Persepsi pasien terhadap kondisi dirinya dan dampaknya akan mempengaruhi keputusasaan, pilihan dan tindakan yang berkaitan dengan rekomendasi terapi.