Pendidikan Pasien dan Pertimbangan Perawatan Rumah Pasien Rematik

https://www.infokeperawatan.comDampak penyakit reumatik pada kehidupan sehari-hari tidak selalu terlihat jelas ketika pasien dijumpai di rumah sakit atau klinik rawat jalan.

Peningkatan frekuensi perawat menjumpai pasien di rumah akan memberikan kesempatan guna mengenali masalah dan mengimplementasikan intervensi yang ditujukan untuk memperbaiki kualitas hidup pasien gangguan reumatik.

Pasien yang dijumpai di rumah secara khas akan menunjukkan penyakit reumatik yang bersifat sekunder dari alasan primer yang membuatnya datang ke rumah sakit.

Pada kasus semacam ini, masalah yang disebabkan oleh penyakit reumatik dapat mengganggu terapi terhadap keadaan primernya.

Sebagai contoh, pasien yang baru saja sembuh dari pembedahan arteri koronaria mungkin dianjurkan untuk melakukan latihan fisik kendaki ia tidak mampu atau hanya mempunyai kemampuan yang terbatas untuk melakukannya akibat penyakit reumatiknya.

Sebaliknya, terapi terhadap keadaan primer dapat menyebabkan atau memperberat masalah yang berhubungan dengan penyakit reumatik.

Sebagai contoh, pasien jantung yang dianjurkan dokter untuk berjalan kaki setiap hari mungkin menghadapi kenyataan bahwa anjuran tersebut ternyata meningkatkan gejala osteoartritis yang dideritanya pada sendi lutut.

Kepatuhan terhadap program terapi kini sudah dapat dipantau dengan lebih mudah di lingkunga rumah di mana kendala fisik dan sosial yang menghalangi kepatuhan tersebut lebih mudah dikenali.

Pasien diabates tergantung-insulin yang baru didiagnosis atau pasien diabetes yang baru saja beralih pada terapi insulin mungkin mendapatkan bahwa ia tidak mampu untuk mengisi semprit atau menyuntik dengan akurat karena gangguan mobilitas sendinya.

Alat bantu adaptif yang diperlukan untuk meningkatkan kemandirian dalam perawatan dan berbagai fungsi biasanya lebih mudah diindentifikasi kalau perawat mengamati bagaimanan pasien berfungsi di rumah.

Perawat rumah berada dalam posisi yang tepat untuk mengajarkan pada pasien dan mengemukakan saran-saran yang berhubungan dengan tanda-tanda kekambuhan penyakit serta perlunya menghubungi atau menjumpai dokter untuk keperluan evaluasi ulang. Kalau tidak, kemungkinan besar pasien akan menunggu sampai janji kunjungan berikutnya.

Penatalaksanaan mandiri di rumah untuk penyakit reumatik kronik merupakan tantangan terutama untuk lansia, dan perawat rumah dapat membantu pasien-pasien ini dalam menangani obat-obatnya, memastikan alat adaptif untuk perawatan-mandiri serta mengenali sumber-sumber dalam masyarakat seperti pembangian makanan gratis.

Bagi pasien yang berisiko mengalami gangguan pada keutuhan kulitnya, perawat rumah dapat memantau secara ketat status kulit pasien dan juga mengajarkan, melaksanakan atau mengawasi berbagai tindakan preventif perawatan kulit kepada pasien serta keluarganya.

Perawat rumah harus mengkaji kebutuhan pasien terhadap asistem di rumah dan megawasi home health aid yang mungkin dapat memenuhi banyak kebutuhan pasien yang menderita penyakit reumatik.

Rujukan kepada ahli fisioterapi dan terapi okupasi dapat dilakukan setelah masalah dikenali dan keterbatasan pasien semakin bertambah.

Perawat kesehatan masyarakat dapat berkunjung kerumah untuk memastikan bahwa pasien dapat berfungsi tanpa tergantung pada orang lain kendaki ia mengalami masalah mobilitas, dan dapat menangani terapi serta farmakoterapi dengan aman. Pasien dan keluarganya harus menyadari keberadaan lembaga pelayanan yang dapat memberikan dukungan seperti Yayasan Artritis setempat.