Pendidikan dan Perawatan Rumah Pasien Gangguan Kulit

https://www.infokeperawatan.comPendidikan Pasien dan Pertimbangan Perawatan di Rumah.

Kulit yang sehat mencerminkan kesehatan umum seseorang. Prinsip-prinsip nutrisi yang baik, latihan yang teratur, istirahat dan tidur perlu ditegaskan dalam setiap program penyuluhan yang difokuskan pada perawatan kulit.

Selain itu, bahan bacaan yang sudah dicetak harus disediakan. Bahan bacaan tersebut harus menguraikan gangguan dermatologik yang lazim terdapat dan berkisar mulai dari masalah akne atau jerawat dan veruka atau kutil sampai tindakan prabedah yang mencakup perawatan luka terbuka, perawatan luka pada jahitan pada luka atau pemakaian preparat topikal atau rendaman/kompres.

Seorang pasien yang menjalani terapi untuk menyembuhkan kelainan kulit biasanya memperoleh informasi dari dokter mengenai jenis gangguan kulitnya, sumber atau penyebabnya, dan apa yang dapat diharapkan dari terapinya.

Sebagian besar pasien mungkin hanya menyimak atau memahami sebagian dari apa yang dikatakan dokter. Banyak pasien yang merasa tertolong kalau dirinya didampingi oleh keluarga atau sahabatnya yang bukan saja akan memberikan dukungan emosional tetapi juga turut mendengarkan instruksi terapi yang mungkin sangat panjang dan rumit.

Lembaran informasi yang sudah dicetak sangat membantu untuk menguatkan kembali segala petunjuk yang diberikan. Lembaran ini dapat dibawa pulang dan dibaca lagi jika perlu, dan bisa memberikan jawaban atas pertanyaan tentang keadaan atau persoalan insidental yang berkenaan dengan hal-hal seperti kanker kulit, tabir surya, jam kerja kantor, biaya, kebijakan penagihan rekening pengobatan dan siapa yang harus dihubungi dalam keadaan darurat.

Lembaran informasi dapat disesuaikan menurut kebutuhan masing-masing pasien dengan menuliskan informasi khusus atau tambahan secara langsung pada lembaran tersebut, misalnya informasi tentang cara mengoleskan obat topikal pada kulit, banyaknya obat yang harus dioleskan, luas daerah yang harus diolesi dan frekuensi pemakaiannya tersebut.

Efek samping yang potensial dapat diidentifikasi dan digaris bawahi dalam lembaran tersebut untuk menekankan kepentingannya. Masalah utama yang dijumpai dalam menggunakan informasi tertulis adalah tingkat kemampuan membaca.

Informasi harus ditulis mendekati atau sama dengan tingkat kemampuan membaca murid sekolah dasar atau menengah sehingga sebagian besar pasien akan dapat memahami dan mematuhi semua instruksi yang disampaikan.

Untuk memastikan tingkat kemampuan membaca secara umum, informasi harus disampaikan dengan kalimat-kalimat yang pendek, menggunakan kata-kata yang umum atau yang dipahami oleh orang awam dan dicetak dengan huruf-huruf yang cukup besar.

Yang tercantum dalam lembaran informasi hanya hal-hal yang penting tanpa menyebutkan rincian yang tidak diperlukan. Persyaratan ini harus diperhatikan khususnya jika informasi tersebut akan dibaca oleh pasien-pasien yang berusia lanjut atau yang memiliki gangguan penglihatan.