Pendidikan dan Perawatan Dermatitis Atopic

https://www.infokeperawatan.comDermatitis atopic

Dermatitis atopic merupakan kelainan hipersensitifitas segera (immediate hypersensitivity) tipe I. riwayat dalam keluarga lazim dijumpai.

Insidensi dermatitis atopic paling tinggi pada bayi dan anak-anak. Sebagian besar pasien menunjukkan kenaikan jumlah eosinofil perifer dan kadar IgE serum yang signifikan.

Pruritus dan hiperitabilitas kulit merupakan ciri khas dermatitis atopic yang paling konsisten dan berkaitan dengan jumlah histamine yang besar didalam kulit.

Kekeringan kulit yang berlebihan dengan keluhan gatal-gatal yang ditimbulkannya berhubungan dengan perubahan pada kandungan lemak, aktivitas kelenjar sebasea serta pengeluaran keringat.

Sebagai reaksi terhadap garukan, gejala kemerahan segera tampak pada kulit dan kemudian dalam waktu 15 hingga 30 detik akan diikuti oleh gambaran pucat selama 3 menit.

Lesi terjadi sekunder akibat trauma garukan dan akan tampak pada tempat-tempat dengan peningkatan pengeluaran keringat serta hipervaskularitas.

Dermatitis atopic merupakan kelainan kronik dengan remisi dan eksaserbasi. Terapinya harus bersifat individual menurut kebutuhan masing-masing pasien.

Pendidikan pasien dan perawatan dirumah

Pedoman terapi mencakup pengurangan rasa gatal dan perbuatan menggaruk dengan cara mengenakan bahan kain dari katun, mencuci tangan dengan sabun deterjen yang lembut, melembabkan udara kering dalam musim dingin, memelihara suhu ruangan antara 200C hingga 22,20C, menggunakan preparat antihistamin seperti difenhidramin (Benadryl) atau terfenadin (seldane) dan menghindari binatang, debu, obat semprot serta parfum.

Pasien didorong agar menjaga kelembaban kulit dengan mandi tiap hari dan menggunakan preparat pelembab topical kulit. preparat topical kortikosteroid dapat dioleskan pada kulit untuk mencegah inflamasi, dan setiap infeksi harus diobati dengan antibiotic untuk menghilangkan staphylococcus aureus jika diperlukan.