Penatalaksanaan Pruritus

https://www.infokeperawatan.comAnamnesis riwayat sakit dan pemeriksaan jasmani yang sempurna biasanya akan menghasilkan bukti-bukti yang menunjukkan penyebab yang ada di balik pruritus (hayfever, alergi, baru saja minum obat yang baru, pergantian kosmetik).

Setelah penyebabnya berhasil teridentifikasi dan dihilangkan, terapi keadaan tersebut harus meredakan pruritus. Tanda-tanda infeksi dan bukti lingkungan seperti udara yang panas, kering atau seprei/selimut  yang menyebabkan iritasi, harus dikenali.

Secara umum, tindakan membasuh kulit yang gatal dengan sabun dan air panas harus dihindari kendati mandi air hangat dengan sabun lembut yang diikuti dengan pengolesan preparat emolien pada kulit yang basah dapat mengendalikan keadaan serosis (kulit yang kering).

Penggunaan kompres dingin, batu es atau bedak dingin yang mengandung mentol dan kamfor yang menimbulkan vasokonstriksi dapat pula menolong. Jika pruritus terus berlanjut, penyelidikan lebih lanjut terhadap masalah sistemik perlu dianjurkan.

Minyak mandi (Lubath, Alpha-Keri) yang mengandung surfaktandan membuat minyak bercampur dengan air rendaman mungkin memadai untuk membersihkan kulit.

Namun demikian, pasien yang berusia lanjut atau pasien dengan gangguan keseimbangan tibuh harus menghindari penambahan minyak karena hal ini akan meningkatkan bahaya tergelincir dalam bak mandi rendam (bathtub).

Preparat kortikosteroid topikal mungkin bermanfaat sebagai obat anti-inflamasi untuk mengurangi rasa gatal. Antihistamin oral bahkan lebih efektif lagi karena dapat mengatasi efek pelepasan histamin dari sel-sel mast yang rusak.

Antihistamin seperti difenhidramin (Benadryl) yang diresepkan dengan takaran sedatif pada saat akan tidur malam merupakan obat efektif untuk menghasilkan tidur yang nyeyak dan menyenangkan.

Obat antihistamin nonsedasi seperti terfenadin (Seldane) harus dipakai untuk meredakan pruritus pada siang harinya. Antidepresan trisiklik seperti doksepin (sinaquan) dapat diresepkan untuk mengobati pruritus yang asalnya neuropsikogen.