Penatalaksanaan Herpes Zozter

https://www.infokeperawatan.comTujuan tatalaksana herpes zoster adalah untuk meredakan rasa nyeri dan mengurangi atau menghindari komplikasi. Komplikasi ini mencakup infeksi, pembentukan sikatriks dan neuralgia postherpetika serta komplikasi mata.

Rasa nyeri dikendalikan dengan pemberian analgesik, karena pengendalian nyeri yang adekuat selama fase akut akan membantu mencegah terbentuknya pola nyeri yang persisten.

Kortikosteroid sistemik dapat diberikan kepada pasien-pasien yang berusia di atas 50 tahun untuk mengurangi insidensi dan durasi neuralgia postherpetika (nyeri persisten pada saraf yang terkena setelah terjadi kesembuhan).

Kesembuhan biasanya terjadi lebih cepat pada pasien-pasien yang mendapatkan pengobatan steroid. Triamsinolon (Aristocort, Kenacort, Kenalog) dapat disuntikkan secara subkutan sebagai preparat anti-inflamasi di daerah terasa nyeri.

Ada sejumlah bukti yang menunjukkan bahwa infeksi herpes zoster akan terhenti jika asiklovir oral diberikan dalam tempo 24 jam sesudah erupsi inisial.

Pemberian asiklovir intravena, jika dimulai secara dini, merupakan terapi yang efektif untuk mengurangi rasa nyeri secara bermakna dan memperlambat progresivitas penyakit tersebut.

Obat antivirus yang lain, yaitu vidarabin, dapat pula dicoba.  Pada orang-orang yang berusia lanjut, rasa nyeri akibat herpes zoster dapat menetap sebagai neuralgia postherpetika selama waktu berbulan-bulansesudah lesinya pada kulit menghilang.

Jika mata turut terinfeksi, pasien harus dirujukke dokter spesialis mata karena dapat terjadi keratitis, uveitis, ulserasi dan kebutaan. Keadaan ini dinamakan herpes zoster oftalmika.

Orang yang rentan dapat menderita cacar air ketika mengalami kontak dengan cairan vesikel yang infeksius dari penderita herpes zoster. Orang dengan riwayat penyakit cacar air akan memiliki kekebalan sehingga tidak berisiko untuk terinfeksi sesudah terpajan dengan penderita herpes zoster.