Penatalaksanaan dan Implikasi Keperawatan Penyakit Rematik

https://www.infokeperawatan.comPenatalaksanaan

Program penanganan penyakit reumatik dengan melibatkan tim multidisiplin termasuk pasien sendiri merupakan dasar bagi penatalaksanaan penyakit reumatik.

Sifat kronik pada sebagian besar penyakit ini mengharuskan pasien untuk memahaminya, mendapatkan informasi yang diperlukan dalam pengambilan keputusan yang terbaik secara mandiri berkenaan dengan penanganan penyakitnya, dan memperoleh program terapi yang dapat disesuaikan dengan gaya hidupnya.

Obat-obat digunakan pada penyakit reumatik untuk mengendalikan inflamasi dan pada sebagian kasus, untuk memodifikasi penyakit tersebut.

Ada tiga kategori dasar obat yang berkhasiat, yaitu kelompok salisilat, kelompok obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID) dan preparat antireumatik yang kerjanya lambat.

Pengendalian inflamasi yang berhubungan dengan proses penyakit tersebut akan membantu dalam menangani rasa nyerinya, kendati hal ini sering merupakan respons yang lambat.

Obat-obat non-opioid kerapkali digunakan untuk penanganan nyeri, khususnya pada tahap awal dalam program terapi, sampai tindakan lainnya dapat dikerjakan secara efektif.

Implikasi keperawatan

Semua pasien yang mendapat obat sebagai bagian dari penatalaksanaan penyakitnya harus memperoleh informasi yang legkap mengenai tipe obat, tujuan pengobatan, takaran, efek samping dan prosedur untuk pemantauan efek samping.

Hal-hal yang menghambat kepatuhan pasien harus dinilai dan dilakukan tindakan untuk meningkatkan kepatuhan dalam menjalani pengobatan serta program terapi.

Metode penatalaksanaan nyeri yang nonfarmakologik merupakan unsure yang penting, khususnya penggunaan kompres hangat atau dingin dan perlindungan sendi dengan menggunakan alat seperti bidai pergelangan tangan atau tongkat penopang. Metode yang berbeda mungkin diperlukan dan bekerja lebih baik pada saat yang berbeda.

Sifat berkelanjutan pada sebagian besar penyakit reumatik menjadikan upaya untuk memelihara atau kalau mungkin, memperbaiki mobilitas sendi serta status fungsionalnya, sebagai tindakan yang penting. Program latihan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien sangat menentukan bagi gerakan sendi.

Tantangan utama bagi pasien dan petugas kesehatan yang melayaninya adalah kebutuhan untuk menyesuaikan semua aspek terapi menurut aktivitas penyakitnya. Khususnya bagi penderita penyakit jaringan ikat yang difus dan aktif, seperti arthritis rheumatoid atau sistemik lupus eritematosus, penyesuaian tingkat aktivitasnya dapat bervariasi dari hari kehari dan bahkan pada hari itu sendiri.