Penanganan dan Hasil yang Diharapkan Perawatan Akne

https://www.infokeperawatan.comJaringan Parut.

Pencegahan sikatriks (jaringan parut) merupakan tujuan akhir terapi. Kemungkinan pembentukan sikatriks akan bertambah besar dengan semakin tingginya derajat akne.

Akne derajat III-IV (dengan komedo, papula atau pustula berjumlah 25 hingga lebih dari 50) biasanya memerlukan terapi dalam waktu yang lebih lama dengan antibiotik sistemik atau isotretinoin (Accutane).

Kepada pasien harus diingatkan bahwa penghentian pengobatan dapat membuat akne kambuh kembali sehingga intensitasnya meningkat dan kemungkinan terjadinya sikatriks yang lebih dalam bertambah besar. Lebih lanjut, manipulasi komedo, papula dan pustula akan meningkatkan potensi peningkatan sikatriks.

Kalau tindakan bedah akne diperlukan untuk ekstraksi komedo yang letaknya dalam atau lesi yang mengalami inflamasi, atau untuk insisi dan drainase lesi yang kistik, maka intervensi itu sendiri dapat mengakibatkan pembentukan sikatriks lebih lanjut.

Dermabrasi, yang taraf abrasinya melampaui jaringan parut, juga berpotensi untuk meningkatkan pembentukan sikatriks. Di samping itu, hiper atau hipo pigmentasi dapat mengenai jaringan yang mengalami lesi.

Pasien harus mendapatkan informasi dahulu mengenai potensi hasil-akhir intervensi bedah elektif akne sebelum tindakan tersebut dilakukan.

Infeksi.

Kepada pasien wanita yang mendapatkan terapi antibiotik jangka-panjang dengan tetrasiklin harus disarankan untuk terus mengamati dan melaporkan tanda-tanda serta gejala kandidiasis oral atau vaginal, yaitu suatu infeksi jamur mirip-ragi.

Hasil yang Diharapkan

1. Mengembangkan peningkatan pemahaman terhadap masalah kulit

a. Meninjau gambaran lesi akne yang obstrukstif dan inflamatori

b. Membaca brosur pendidikan pasien

c. Membaca brosur informasi produk dan instruksi tertulis tentang obat yang diresepkan

2. Mematuhi terapi yang diresepkan

a. Mengutarakan dengan kata-kata komitmen pasien pada terapi yang diperlukan yang dapat berlangsungberbulan-bulan atau bertahun-bertahun.

b. Mengekspresikan bahwa terapi harus terus berlanjut ketika kulit sudah bersih.

c. Mengikuti program pencucian muka

3. Mengembangkan kemampuan untuk menerima keadaan diri

a. Mengidentifikasi orang yang bisa diajak bicara mengenai masalah pasien

b. Mengespresikan optimisme tentang hasil-akhir terapi

4. Memperlihatkan tidak adanya komplikasi

a. Melaporkan tidak adanya tanda-tanda infeksi

b. Mengutarakan dengan kata-kata bahwa memeganng dan memijat jerawat/lesi akan memperburuk keadaan dan dapat menyebabkan sikatriks

c. Melaporkan tidak adanya sikatriks atau peningkatan intensitas lesi

d. Mematuhi terapi