Pemeriksaan Laboratorium Penyakit Chancroid

A. Pemeriksaan langsung

Pemeriksaan langsung dapat dilakukan dengan pewarnaan gram, giemsa 8 atau mikroskop elektron. Indentifikasi yang cepat dapat dilakukan dengan pewamaan methylnpyronine Pappenheim dan Unna, juga dapat dilakukan dengan pewarnaan blue dan wright. Namun pemeriksaan langsung tersebut dapat menyesatkan oleh karena banyaknya flora polimikrobial ulkus genetal. Spesimen  diambil dengan menggunakan swab kapas atau swab calcium alginate. Juga dapat digunakan sengkelit platina. Swab harus diambil dari pus dasar ulkus. Organisme hanya bertahan hidup 2 – 4 jam pada swab jika tidak ditempatkan dalam lemari pendingin. Tidak ada sistim transpor yang memuaskan. Jumlah H.ducreyi pada eksudat ulkus kemungkinan antara 10⁷ – 10⁸/ml pus. Pada pus bubo tidak didapatkan mikroorganisme tetapi terdapat pada abses inguinal. Basil biasanva didapatkan dalam kelompok kecil atau rantai yang paralel dari 2 atau 3 organisme yang tersebar sepanjang untaian mukos. Gambar ini diungkapkan sebagai school of fish atau railroadtrack. Organisme dapat terlihat pada kira-kira 50% kasus.

B. Biakan

Untuk mendapatkan sensitivitas yang tinggi pada biakan untuk isolasi primer direkomendasikan penggunaan 2 media sekaligus yang ditambahkan dengan hemoglobin dan serum. Beberapa media yang dapat digunakan adalah media selektif Chocolate Agar ditambah 1% isovitalex yang mengandung 3 ig/ ml vancomycin, Heart Infusion Agar(HIA agar) dengan 5% defibrinasi darah kecil atau 10% serum fetal calf serum dan Chocolate Mueller Hinton agar dapat 5% dengan darah kuda. Pada biakan nampak koloni kecil, non mukoid, abu-abu kuning, semi opak atau translusen dapat digeser pada permukaan agar dalam keadaan utuh, nampak 2-4 hari, tetapi biasa 7 hari setelah inokulasi. Untuk penanaman primer diperlukan atmosfir water saturated yang mengandung 5 – 10% CO₂ dan mengurangi temperatur inkubasi 33 – 35°C. Identifikasi H.ducreyi dapat ditetapkan dengan; demonstrasi hemin (faktor X) yang diperlukan untuk pertumbuhan, tes porfirin, tes oksidasi dan katalase dan tes-tes biokimia yang lain.

C. Tes serologis

Telah diuraikan usaha-usaha untuk mengembangkan tes serologis untuk chancroid. Tes-tes komplemen fiksasi, precipitin dan aglutinasi didapatkan positif pada beberapa penyakit ulkus genital yang disebabkan H. ducreyi. Tes ELISA dapat digunakan dengan memakai Whole Lysed H.ducreyl sebagai sumber antigen, tes ini nampaknya mempunyai spesifisitas dan sensitivitas luas.

D. Polymerase Chain Reaction (PCR)

ChancroidPolymerase Chain Reaction, merupakan suatu metode melipatgandakan (ampification) DNA. Pemeriksaan ini lebih sensitif dan spesifik untuk diagnosis chancroid. Pemeriksaan PCR dapat mendeteksi H.ducreyi pada pekerja seks tanpa gejala dan tanda chancroid, seperti yang dilaporkan Hawkes et at (1995). Pada penelitian tersebut didapatkan 2% dari 213 pekerja seks PCR positif. H.ducreyi tanpa gejala dan tanda chancroid.

Dua prosedur diagnostik yang dahulu biasa digunakan sekarang tidak dipakai lagi yaitu tes Ito-Reestiema yang hanya untuk kepentingan sejarah dan autoinokulasi tidak dapat digunakan sebagai prosedur diagnostik oleh karena adanya hasil positif palsu dan negatif palsu yang mungkin terjadi oleh karena organisme patogen lain yang diinokulasi pada metode ini.

PEMERIKSAAN HISTOPATOLOGI

Dalam pengamatan perubahan histologi pada ulkus cukup tegas untuk membuat diagnosis chancroid pada banyak kasus Gambaran histologik yang tipikal secara vertikal tersusun 3 lapis- lapisan superfisial pada permukaan ulkus agak tipis terdiri dari netrofil, fibrin, limifosit, leukosit, eritrosit dan jaringan nekrotik lapisan dibawahnya sangat luas dan berisi banyak pembuluh darah baru, nampak jelas proliferasi sel-sel endotelialnya, lumen pembuluh darah sering tersumbat menyebabkan trombosis. Sel itu ada perubahan degeneratif pembuluh darah. Lapisan daIam terdiri dan infiltrat plasma sel yang tebal dan sel-sel limfoid. Basil  ducreyi dapat dilihat pada potongan jaringan dengan pewarna giemsa, gram atau poiychron methilen blue, tetapi jarang ditemukan Basil biasanya terdapat diantara sel-sel lapisan permukaan. pada pemeriksaan mikroskop elektron pada potongan jaringan coccobacilli terlihat berkelompok pada ruang interstitial. Nampak sebagai rads yang panjangnya sekitar 1,5 im dan lebarnya 0,5 Im dengan ekor bulat. Basil jarang terlihat pada phagosome makrophag.