Pemantauan dan Penatalaksanaan Perawatan Pasien Alergi

https://www.infokeperawatan.comAnafilaksis dan kesulitan bernafas

Fungsi respiratorius dan kardiovaskuler dapat mengalami gangguan yang serius saat terjadi reaksi alergi, gangguan ini dapat disebabkan oleh reaksi itu sendiri atau oleh obat-obatan yang digunakan untuk mengatasinya.

Karena itu, status respiratorius dan kardiovaskuler pasien harus dievaluasi dengan cara memantau frekuensi pernafasan, menilai adanya kesulitan bernapas atau suara pernafasan yang abnormal, memantau irama serta frekuensi denyut nadi dan tekanan darah.

Tanda-tanda vital harus dipantau dan dicatat secara teratur atau setiap kali pasien mengeluhkan gejala seperti rasa gatal atau kesulitan bernafas. Jika terjadi keluhan dan gejala yang menunjukkan reaksi anafilaksis, obat-obat dan peralatan emerjensi harus sudah siap pakai.

Reaksi yang merugikan terhadap obat.

Penggunaan astemizol atau terfenadin dengan dosis yang berlebihan dapat menyebabkan kematian karena aritmia atau henti jantung.

Tanda-tanda dan gejala yang berbahaya harus segera dilaporkan kepada dokter (yaitu, urtikaria, kesulitan bernafas, mulut yang kering, palpitasi, sakit kepala atau vertigo).  Pasien harus mengetahui nama, takaran, frekuensi, kerja dan efek samping semua obat yang dipakainya.