Pemantauan dan Penanganan Komplikasi Nekrolisis Epidermis Toksik

https://www.infokeperawatan.comSepsis

Penyebab utama kematian akibat  NET adalah infeksi, dan lokasi infeksi yang paling sering adalah kulit serta permukaan mukosa, paru-paru dan darah.

Mikroorganisme paling sering terlibat mencakup Staphylococcus aureus, Psuedomonas, Klebsiella, Escherichiacoli, Serratia dan Candida.

Pemantauan yang  ketat terhadap tanda-tanda vital dan pencatatan setiap perubahan yang serius pada fungsi respiratorius, renal atau gastrointestinal dapat mendeteksi dengan cepat dimulainya suatu infeksi.

Tindakan asepsis yang mutlak harus selalu diperhatikan selama pelaksanaan perawatan kulit yang rutin. Mencuci tangan dan mengenakan sarung tangan steril ketika melaksanakan prosedur tersebut diperlukan setiap saat.

Ketika keadaannya meliputi bagian tubuh yang luas, pasien harus dirawat dalam sebuah kamar pribadi untuk mencegah kemungkinan infeksi-silang dari pasien-pasien lain.

Para pengunjung harus mengenakan pakaian pelindung dan mencuci tangan  mereka sebelum menyentuh pasien. orang-orang yang menderita penyakit menular tidak boleh mengunjungi pasien sampai mereka sudah tidak berbahaya lagi bagi kesehatan pasien tersebut.

Retraksi serta Pembentukan Sikatriks pada konjungtiva dan Lesi pada Kornea.

Mata harus diinspeksi setiap kali untuk menemukan tanda-tanda gatal, terbakar serta kekeringan yang dapat menunjukan progresivitas NET menjadi keratokonjungtivitis, yaitu suatu komplikasi potensial pada mata.

Pemakaian kasa yang basah dan sejuk untuk menutupi mata dapat mengurangi rasa terbakar pada mata. Kebersihan mata harus terus dijaga sementara pengamatan dilakukan untuk memantau tanda-tanda pengeluaran sekret atau gangguan rasa nyaman dan progresivitas gejalanya dicatat serta dilaporkan.

Pemakaian preparat pelumas mata kalau diresepkan dokter dapat mengurangi kekeringan mata dapat mencegah ekskoriasi kornea.

Menggunakan penutup mata atau mengingatkan pasien agar menegdipkan mata secara periodik juga dapat melawan kekeringan mata.

Kepada pasien diminta untuk tidak menggosok matanya ataupun memakai obat mata yang tidak diresepkan dokter atau yang pemakaiannya belum disetujui dokter.