Patofisiologi dan Penatalaksanaan Penyakit Gout

https://www.infokeperawatan.comPatofisiologi

Hiperurisemia (konsentrasi asam urat dalam serum yang lebih besar dari 7,0 mg/dl [SI:0,4 mol/L) dapat (terapi tidak selalu) menyebabkan penumpukan kristal monosodium urat.

Serangan gout tampaknya berhubungan dengan peningkatan atau penurunanan mendadak kadar asam urat serum. Kalau kristal urat mengendap dalam subuah sendi, respons inflamasi akan terjadi dan serangan gout dan dimulai.

Dengan serangan yang berulang-ulang, penumpukan kristal natrium urat yang dinamakan tofus akan mengendap di bagian perifer  tubuh seperti ibu jari kaki, tangan dan telinga. Nefrolitiasis urat (batu ginjal) dengan penyakit renal kronis yang terjadi sekunder akibat penumpukan urat dapat timbul.

Gambaran kristal urat dalam cairan sinivial sendi yang asimtomatik meunjukkan bahwa faktor-faktor nonkristal mungkin berhubungan dengan reaksi inflamasi.

Kristal monosodium urat yang ditemukan tersalut dengan imunoglobulin yang terutama berupa IgG. IgG akan meingkatkan fagositosis kristal dan dengan demikian memperlihatkan aktivitas imunologik.

Penatalaksanaan

Preparat colchicine (oral atau parenatal) atau NSAID, seperti endometasin, digunakan untuk meredakan serangan akut gout. Peatalaksanaan medik hiperurisemia, tofus, penghancuran sendi dan masalah renal biasanya dimulai setelah proses inflamasi akut mereda.

Preparat urikosurit seperti probenesid akan memperbaiki keadaan hiperurisemia dan melarutkan endapan urat. Alopurioal juga merupakan obat yang efektif tetapi penggunaannya terbatas karena terdapat risiko toksisitas.

Kalau diperlukan penurunan kadar asam urat dalam serum, preparat urikosurikmerupakan obat pilihan. Kalau pasiennya berisiko untuk mengalami insufisiensi renal atau batu ginjal (kalkuli renal), alopurional merupakan obat pilihan.