Meningkatkan Mobilitas Fisik Pasien Luka Bakar

https://www.infokeperawatan.comMeningkatkan Mobilitas Fisik.

Prioritas dini adalah mencegah komplikasi akibat imobilitas. Bernapas dalam, membalikkan tubuh dan mengatur posisi yang benar merupakan praktik keperawatan yang esensial untuk mencegah atelektasis serta pneumonia, untuk mengendalikan edema dan untuk mencegah dekubitus serta kontraktur.

Intervensi ini dapat dimodifikasi untuk memenuhi kebutuhan individual pasien. Temoat tidur khusus (air fluideized bed dan rotation bed) mungkin berguna, dan upaya duduk serta ambulasi yang dini perlu dianjurkan.

Apabila ekstremitas bawah turut terbakar, verban tekan elastic harus sudah dipasang sebelum pasien diletakkan dalam posisi tegak. Verban ini akan mempermudah aliran darah balik vena dan mengurangi pembengkakan.

Luka bakar berada dalam keadaan dinamis selama satu tahun atau lebih sebelum luka menutup. Selama periode waktu ini harus diusahakan berbagai upaya yang agresif untuk mencegah kontraktur dan pembentukan parut yang hipertrofik.

Latihan gerak yang aktif maupun pasif dapat dimulai sejak awal masuk rumah sakit dan kemudian dilanjutkan dengan pembatasan yang ditentukan oleh dokter setelah dilakukan pencangkokan kulit.

Bidai atau alat-alat fungsional lainnya dapat digunakan pada ekstremitas untuk mengendalikan kontraktur. Perawat harus memantau bagian tubuh yang bidai untuk mendeteksi tanda-tanda insufisiensi vaskuler dan kompresi saraf.