Meningkatkan Integritas Kulit dalam Keperawatan

https://www.infokeperawatan.comKulit dan mukosa oral harus dinilai secara rutin untuk mendeteksi perubahan dalam penampakan, lokasi serta ukuran lesi dan menemukan bukti infeksi serta kerusakan kulit.

Pasien dianjurkan agar sedapat mungkin mempertahankan keseimbangan antara istrahat dan mobilitas. Pasien yang immobile (tidak dapat bergerak) harus dibantu untuk mengubah posisi tubuhnya setiap 2 jam sekali.

Alat-alat seperti kasur dengan tekanan yang berubah-ubah dan tempat tidur khusus (low and high air loss beds) digunakan untuk mencegah disrupsi kulit.

Pasien diminta untuk tidak menggaruk atau menggunakan sabun yang nonabrasive serta tidak membuat kulit menjadi kering, dan memakai pelembab kulit tanpa parfum untuk mencegah kekeringan kulit. perwatan oral yang rutin harus dianjurkan pula.

Losion, salep dan kasa steril yang dibubuhi obat (medicated) dapat digunakan pada kulit yang sakit sesuai dengan ketentuan dokter. Penggunaan plester harus dihindari.

Permukaan kulit dilindungi terhadap gesekan dengan menjaga agar kain seprei tidak berkerut dan menghindari pemakaian pakaian yang ketat.

Pasien yang menderita lesi pada kaki dianjurkan untuk mengenakan kaus kaki katun berwarna putih dan sepatu yang tidak membuat kaki berkeringat. Obat-obat antipruritus, antibiotic dan analgetik diberikan menurut ketentuan medic.

Daerah perianal  pasien harus sering diperiksa untuk menilai gangguan integritas kulit dan infeksi. Kepada pasien diminta untuk menjaga daerah tersebut sebersih mungkin.

Daerah perianal dibersihkan setiap kali selesai defekasi dengan sabun nanabrasif dan air  untuk mencegah ekskoriasi lebih lanjut, kerusakan dan infeksi pada kulit.

Jika daerah ini terasa nyeri, pemakaian kain yang lembut atau spons kapas ternyata tidak begitu iritatif dibandingkan waslap biasa. Disamping itu, rendam duduk atau irigasi secara perlahan-lahan dapat memudahkan pembersihan dan meningkatkan rasa nyaman.

Daerah perianal yang sudah dibersihkan lalu dikeringkan dengan seksama. Lotion atau salep dapat digunakan dengan ketentuan dokter untuk meningkatkan kesembuhan.

Luka harus dikultur jika dicurigai kemungkinan infeksi sehingga terapi antibiotic yang tepat dapat dimulai. Pasien dengan keadaan umum yang buruk memerlukan bantuan untuk memelihara kebersihan dirinya.