Mengkaji Rambut Pasien

https://www.infokeperawatan.comRambut.

Pengkajian rambut dilaksanakan dengan cara inspeksi dan palpasi. Sarung tangan harus dikenakan dan ruang pemeriksaan harus memiliki penerangan yang baik.

Sibak rambut pasien agar kondisi kulit yang ada di baliknya dapat dilihat dengan mudah; kemudian perawat harus mencatat warna, tekstur serta distribusinya.

Setiap lesi yang abnormal, gejala gatal-gatal, inflamasi atau tanda-tanda infestasi parasit (tuma atau kutu) harus dicatat.

Warna dan Tekstur.

Warna rambut yang alami berkisar dari putih hingga hitam. Warna rambut mulai berubah menjadi kelabu (beruban) ketika seseorang menjadi tua, dan perubahan ini pertama kali terlihat dalam dekade usia ketiga ketika hilangnya melanin mulai terjadi.

Walaupun demikian, rambut orang muda tidak jarang sudah beruban karena sifat herediter keluarga. Orang dengan albinisme (tidak adanya pigmentasi yang parsial atau total) mempunyai predisposisi genetik untuk terjadinya uban sejak lahir.

Kondisi alami rambut dapat berubah dengan penggunaan pewarna rambut, pemutih dan produk untuk mengeriting atau meluruskan rambut. Tipe-tipe produk yang digunakan harus diketahui dalam pengkajian.

Tekstur rambut kulit kepala berkisar dari halus hingga tebal; ulet hingga mudah patah; berminyak hingga kering; dan lurus, berombak atau keriting.

Rambut yang kering dan mudah patah dapat terjadi akibat penggunaan pewarna rambut yang berlebihan, pengering rambut dan alat pengeriting atau akibat gangguan fungsi tiroid.

Rambut berminyak biasanya disebabkan oleh peningkatan sekresi kelenjar sebasea di dekat kulit kepala. Jika tekstur rambut menunjukkan perubahan yang baru saja terjadi, etiologi yang mandasarinya harus dicari. Perubahan tersebut dapat terjadi hanya karena pemakaian produk rambut komersial yang berlebihan atau penggantian sampo.

Distribusi.

Distribusi rambut tubuh bervariasi menurut loksinya. Rambut yang tumbuh di seluruh badan memiliki tekstur yang halus kecuali rambut di daerah aksila dan pubis yang kasar serta tumbuh pada usia pubertas.

Distribusi rambut pada laki-laki memiliki bentuk wajik yang meluas sampai daerah umbilikus. Rambut pubis wanita menyurupai bentuk segitiga terbalik.

Jika pola distribusi yang ditemukan tampak lebih khas dari jenis kelamin yang berlawanan, penyelidikan yang lebih lanjut harus dilakukan karena hal ini mungkin menunjukkan masalah endokrin.

Perbedaan rambut karena faktor ras diperkirakan terdapat, seperti rambut yang lurus pada orang Asia dan rambut yang kasar serta keriting pada orang Afro-Amerika.