Mengkaji Pasien Melanoma Maligna

https://www.infokeperawatan.comPasien Melanoma Maligna

Pengkajian terhadap pasien melanoma maligna dilakukan berdasarkan riwayat pasien dan gejalanya. Pasien ditanya khusus tentang gejala pruritus, nyeri tekan dan rasa sakit yang bukan merupakan ciri khas nevus yang benigna.

Kepada pasien di tanyakan  mengenai perubahan yang terjadi pada nevus yang sudah ada sebelumnya atau pertumbuhan  lesi baru yang berpigmen. Orang-orang yang berisiko harus diperiksa dengan cermat.

Kaca pembesar dan pencahayaan yang baik diperlukan dalam melakukan inspeksi kulit untuk menemukan iregularitas dan perubahan pada nevus. Tanda-tanda yang menunjukkan perubahan maligna mencakup berikut ini :

1. Warna yang bervariasi

a. Warna yang dapat menunjukkan keganasan pada lesi yang cokelat atau hitam adalah bayangan warna merah, putih dan biru ; bayangan waran biru dianggap lebih mengkhawatirkan.

b. Daerah-daerah putih dalam lesi yang berpigmen perlu dicurigai

c. Sebagian melanoma maglina tidak memiliki warna yang bervariasi tetapi sebaliknya mempunyai warna yang seragam (hitam kebiruan, kelabu kebiruan,merah kebiruan).

2. Tepi yang ireguler

a. Indentasi atau lekukan yang menyudut pada bagian tepi nevus harus dicatat.

3. Pemukaan yang ireguler

a. Tonjolan permukaan yang tidak merata (topografi ierguler) dapat teraba atau terlihat. Perubahan pada permukaan bisa licin hingga seperti sisik.

b. Sebagian melanoma noduler memiliki permukaan yang licin.

Lokasi melanoma yang sering adalah kulit pada bagian punggung, tungkai (khususnya wanita), antara jari-jari kaki dan pada kaki, muka, kulit kepala, jari-jari tangan serta bagian pada dorsal tangan.

Pada orang yang berkulit gelap, melanoma paling sering terdapat di tempat yang tidak begitu mengandung pigmen seperti : telapak tangan, telapak kaki, daerah subungual dan membran mukosa.

Diameter nevus harus diukur karena umumnya melanoma berukuran lebih dari 6 mm. Lesi satelit (lesi yang terletak didaerah nevus) harus dicatat.