Mengenal Alergi dan Hipersensitivitas

https://www.infokeperawatan.com Alergi

Alergi merupakan respons systemimun yang tidak tepat dan kerapkali membahayakan terhadap substansi yang biasanya tidak berbahaya.

Reaksi alergi merupakan manifestasi cedera jaringan yang terjadi akibat interaksi antara antigen dan antibodi.

Kalau tubuh diinvasi oleh antigen yang biasanya berupa protein yang dikenali tubuh sebagai benda asing, maka akan terjadi serangkaian peristiwa dengan tujuan untuk membuat penginvasi tersebut tidak berbahaya, menghancurkannya dan kemudian membebaskan tubuh darinya.

Kalau limfosit bereaksi terhadap antigen, kerap kali antibody dihasilkan. Reaksi alergi umum akan terjadi ketika system imun pada seseorang yang rentan bereaksi secara agresif terhadap suatu substansi yang normalnya tidak berbahaya (misalnya debu, tepung sari gulma).

Produksi mediator kimia pada reaksi alergi dapat menimbulkan gejala yang berkisar dari gejala yang ringan hingga gejala yang dapat membawa kematian.

System imun tersusun dari banyak sel serta organ dan substansi yang disekresikan oleh sel-sel serta organ-organ ini.

Berbagai bagian dari system imun ini harus bekerja bersama untuk memastikan pertahanan yang memadai terhadap para penginvasi (yaitu virus, bakteri, substansi asing lainnya) tanpa menghancurkan jaringan tubuh sendiri lewat reaksi yang terlampau agresif.

Hipersensitifitas

Suatu reaksi hipersensitivitas biasanya tidak akan terjadi sesudah kontak pertama kali dengan sebuah antigen. Reaksi terjadi pada kontak ulang sesudah seseorang yang memiliki predesposisi mengalami sensitisasi.

Sensitisasi memulai respon humoral atau pembentukan antibody. Untuk menambah pemahaman mengenai imunopatogenesis penyakit, reaksi hipersensitivitas telah diklasifikasikan oleh Gell dan Coombs menjadi empat tipe reaksi yang spesifik. Sebagian besar alergi dikenali sebagai reaksi hipersensitivitas tipe I atau tipe IV.