Memulihkan Keseimbangan Cairan dan Mempertahankan Suhu Tubuh Normal Pasien Luka Bakar

https://www.infokeperawatan.comMemulihkan Keseimbangan Cairan dan Elektroilt.

Perpindahan dan kehilangan cairan yang cepat selama periode awal pasca-luka bakar mengharuskan perawat untuk memeriksa tanda-tanda vital dan keluaran urin dengan sering di samping menilai tekanan vena sentral, tekanan arteri purmonalis serta curah jantung pda pasien luka bakar yang sakitnya berat.

Pemberian cairan infuse dilakukan menurut program medik. Volume cairan yang diinfuskan harus sebanding dengan volume haluaran urin. Pencatatan asupan serta haluaran cairan yang cermat dan berat badan pasien diperlukan.

Kadar elektrolit serum harus dipantau. Perawat biasanya merupakan petugas pertama untuk mengenali terjadinya ketidak seimbangan cairan dan elektrolit.

Mempertahankan Suhu Tubuh Normal.

Pasien luka bakar cenderung mengalami hipotermia dan menggigil karena kehilangan kulit agar menurunkan kemampuan untuk menahan panas tubuh. Suhu kamar disesuaikan menurut kebutuhan pasien.

Lingkungan yang terlalu hangat dapat menyebabkan kehilangan cairan lewat perspirasi dan meningkatkan pertumbuhan bakteri. Ruangan yang terlalu disejukkan-karena petugas sering menyetel AC pada suhu yang rendah untuk membuat diri mereka sendiri nyaman-akan menyebabkan pasien menggigil.

Menggigil sendiri selanjutnya akan meningkatkan kebutuhan metabolic. Pasien yang dibiarkan untuk mengatur sendiri suhu kamarnya biasanya akan memilih suhu 32,2o hingga 32,8oC.

Selimut katun, lampu pemanas pada langit-langit kamar dan selimut dengan lapisan penahan panas (lapisan aluminium) akan membantu mempertahankan kenyamanan pasien.

Perisal panas dengan sensor dan tempat tidur terbungkus selimut untuk mengalihkan aliran udara juga bermanfaat. Pelepasan pakaian dan perawatan luka bakar yang dilakukan secara efisien dan cepat juga memperpendek waktu terpanjannya pasien dengan suhu sekitarnya sehingga tindakan ini mengurangi stres metabolic serta gejala menggigil.