Memperbaiki Konsep Diri dan Meningkatkan Koping Keluarga Pasien Pembedahan Rekonstruksi

https://www.infokeperawatan.comMemperbaiki Konsep Diri

Keberhasilan dalam rehabilitasi pasien yang menjalani pembedahan rekonstruksi tergantung pada hubungan antara pasien dan perawat, dokter serta petugas kesehatan lainnya. Sikap saling percaya, saling menghormati dan jalur komunikasi yang jelas merupakan unsur-unsur esensial. Perawatan yang tidak bergegas akan memberikan rasa tentram dan dukungan secara emosional kepada pasien.

Kerapkali jenis kasa pembalut yang harus dikenakan, posisi tidak-lazim harus dipertahankan dan ketidak berdayaan yang harus dialami untuk sementara waktu dapat membuat orang yang paling stabil sekalipun menjadi kesal dan jengkel.

Penguatan kembali secara jujur mekanisme koping yang sudah dimiliki pasien akan memperbaiki kepercayaann diri. Jika protesa akan digunakan, kepada pasien diajarkan untuk memakainya dan merawatnya sehingga tercapai perasaan independen yang lebih besar.

Setelah terlibat dalam aktivitas perawatan mandiri, pasien mungkin merasa bahwa dirinya sudah dapat mengontrol keadaan yang sebelumnya amat menguasainya.

Pasien-pasien dengan deformitas yang berat harus didorong untuk melakukan sosialisasi di rumah sakit sehingga mereka bisa belajar mengalami reaksi yang diperlihatka oleh orang lain dalam lingkungan rumah sakit yang lebih terproteksi. Secara berangsur-angsur mereka dapat memperluas lingkup kotanya.

Setiap upaya perlu dilakukan untuk menutupi atau menyamarkan cacatnya. Pasien mungkin memerlukan dukungan dari team kesehatan jiwa agar dapat menerima penampakan diri mereka yang berubah itu.

Meningkatkan Koping Keluarga.

Kepada keluarga perlu diberitahu bagaimana penampilan pasien sesudah pembedahan nanti, keberadaan alat-alat pendukung dan cara alat-alat tersebut bekerja dalam proses kesembuhan pasien.

Tindakan menemani keluarga selama beberapa menit ketika melakukan kunjungan pasca bedah yang pertama sangat membantu keluarga untuk menghadapi perubahan yang akan mereka saksikan.

Tugas utama keperawatan adalah mendukung keluarga dalam pengambilan keputusan untuk turut berpartisispasi (atau tidak berpartisipasi) dalam penanganan pasien.

Intervensi keperawatan juga mencakup upaya membantu anggota keluarga dalam berkomunikasi dengan menyampaikan tekni-teknik untuk mengurangi ansietas serta setres dan untuk meningkatkan kemampuan dalam pemecahan persoalan serta pengambilan keputusan. Aktivitas ini akan menambah semangat anggota keluarga dan mempercepat pertumbuhan jaringan.