Melanosit Mempengaruhi Warna Kulit dan Rambut

https://www.infokeperawatan.comMelanosit merupakan sel-sel khusus epidermis yang terutama terlibat dalam produksi pigmen melanin yang mewarnai kulit dan rambut. Semakin banyak melanin, semakin gelap warnanya.

Sebagian besar orang yang berkulit-gelap dan bagian-bagian kulit yang berwarna gelap pada orang yang berkulit cerah (mis. Puting susu) mengandung pigmen ini dalam jumlah yang lebih banyak.

Warna kulit yang normal bergantung pada ras dan bervariasi dari merah mudah yang cerah hingga cokelat. Penyakit sistemik akan mempengaruhi pula warna kulit.

Sebagai contoh, kulit akan tampak kebiruan bila terjadi oksigenasi darah yang tidak mencukupi, berwarna kuning-hijau pada penderita ikterus, atau merah atau terlihat flushing bila terjadi inflamasi atau demam. Merangkumkan sebagian manifestasi kulit yang umumnya terdapat pada penyakit-penyakit sistemik.

Produksi melanin dikontrol oleh hormon yang disekresikan diri hipotalamus otak dan dinamakan MSH (melanocyte-stimulating hormone).

Melanin diyakini dapat menyerap cahaya ultraviolet dan dengan demikian akan melindungi seseorang terhadap efek pancaran cahaya ultraviolet dalam sinar matahari yang berbahaya.

Ada dua jenis sel lainnya yang lazim terdapat dalam epidermis: sel-sel Merkel dan Langerhans. Fungsi sel Merkel belum dipahami dengan jelas, tetapi diperkirakan berperanan dalam lintasan neuroendokrin epidermis (Holbrook, 1991). Sel Langerhans diyakini mempunyai peranan yang signifikan dalam renspons antigen-antigen kutaneus (Elmest, 1992).

Epidermis mengalami modifikasi pada berbagai daerah tubuh yang berbeda. Lapisan ini paling tebal pada daerah telapak tangan serta kaki, dan memdukung keratin dalam jumlah yang lebih besar.

Ketebalan epidermis dapat meningkat jika bagian tersebut banyak digunakan dan bisa mengakibatkan pembentukan kalus pada tangan atau klavus (corns) pada kaki.