Manifestasi Klinis Spesifik Pada Wanita Infeksi HIV

https://www.infokeperawatan.comKandidiasis vagina yang yang persisten atau rekuren dapat menjadi tanda pertama yang menunjukkan infeksi HIV pada wanita. Ulkus genitalis yang terjadi dimasa lalu atau sekarang merupakan factor resiko bagi penularan infeksi HIV.

Wanita dengan infeksi HIV lebih rentan terhadap ulkus genitalis serta kondiloma akuminata (venereal warts), dan akan mengalami peningkatan frekuensi serta kekambuhan kedua penyakit kelamin tersebut.

Penyakit menular seksual yang ulseratif seperti syangkroid, sifilis dan herpes lebih berat pada wanita ini. Human papillomavirus (HPV) menyebabkan kondiloma akuminata dan merupakan factor resiko untuk terjadinya neoplasia intra epitel serviks, yaitu precursor kanker serviks.

Kini semakin bertambah jelas bahwa wanita infeksi HIV memiliki kemungkinan sepuluh kali lebih besar untuk menderita neoplasia intraepitel serviks dari pada wanita yang tidak terinfeksi HIV.

Antara hasil sediaan-apus Papanicoloau yang abnormal dan hasil HIV seropositif terdapat kaitan yang erat. Wanita HIV seropositif dengan karsinoma serviks akan ditemukan dengan stadium penyakit yang lebih lanjut dan menderita penyakit yang lebih persisten serta rekuren dengan interval yang lebih singkat untuk terjadinya kekambuhan dan kematian bila dibandingkan dengan wanita yang tidak menderita infeksi HIV.

Wanita yang memerlukan perawatan dirumah sakit untuk penyakit inflamasi pelvic (PID; pelvic inflammatory disease) menderita infeksi HIV dengan persentase yang signifikan.

Wanita-wanita ini menghadapi peningkatan risiko untuk penderita PID, dan inflamasi yang menyertai PID dapat memperbesar potensi penularan infeksi HIV.

Lebih lanjut, pada wanita yang menderita infeksi HIV akan terdapat insidensi yang lebih tinggi untuk terjadinya abnormalitas menstruasi yang mencakup amenore atau perdarahan per vaginam diantara saat-saat haid bila dibandingkan dengan wanita tanpa infeksi HIV.

Kegagalan petugas kesehatan untuk mempertimbangkan infeksi HIV pada wanita dapat menyebabkan diagnosis yang terlambat sehingga wanita tersebut tidak segera mendapatkan terapi yang tepat.