Manifestasi Klinis dan Penatalaksanaan Infeksi Kulit

https://www.infokeperawatan.comManisfestasi Klinis.

Lesi dimulai dari makula yang kecil dan berwarna merah, yang dengan cepat menjadi vesikel yang diskrit, berdinding tipis dan segera mengalami ruptur serta tertutup oleh krusta yang melekat secara longgar dan berwarna kuning keemasan seperti warna madu.

Krusta ini mudah terlepas dan memperlihatkan permukaan yang licin, merah serta basah, dan pada permukaan ini segera tumbuh krusta yang baru. Jika yang terkena kulit kepala, rambut menjadi kusut gejala ini membedakannya dengan tinea kapitis.

Penatalaksanaan.

Terapi antibiotik sistemik merupakan terapi yang lazim dilakukan. Terapi ini akan mengurangi penyebaran yang bersifat menular, mengatasi infeksi yang dalam dan mencegah glomerulonefritisakut (infeksi ginjal) yang dapat terjadi sebagai akibat dari penyakit kulit streptokokus.

Pada impetigo bulosa, benzati penisilin atau penisilin oral dapat diresepkan. Impetigo bulosa diobati dengan preparat penisilin yang resisten terhadap penisilinase (kloksasilin, dikloksasilin).

Terapi antibakteri tropikal (misalnya, mupirocin) dapat diresepkan kalau penyakit tersebut terbatas hanya pada suatu daerah yang kecil.

Namun demikian, terapi topikal mengharuskan obat tersebut dioleskan pada lesi beberapa kali sehari selama satu minggu dan dalam hal ini, keharusan tersebut mungkin tidak dapat dipatuhi sepenuhnya oleh sebagian pasien atau orang yang merawatnya.

Di samping itu, antibiotik topikal umumnya tidak seefektif terapi sistemik dalam menghilangkan atau mencegah penyebaran streptokokus dari traktus respiratorius. Karena itu, risiko terjadinya glomerulonefritis akan meningkat.

Kalau teerapi topikal diresepkan, lesi direndam atau dicuci dahulu dengan larutan sabun untuk menghilangkan lokasi sentral pertumbuhan bakteri sehingga antibiotik topikal yang digunakan mendapatkan kesempatan untuk menjangkau lokasi yang terinfeksi.

Sesudah krusta dihilangkan, obat topikal (neomisin, basitrasin) dapat dioleskan. Sarung tangan harus dikenakan ketika merawat pasien.

Larutan antiseptik, seperti povidon-iodin (Betadine) atrau klorheksidin (Hibiclens), dapat diggunakan untuk membersihkan kulit, mengurangi kandungan bakteri pada daerah yang terinfeksi dan mencegah penyebaran infeksi.

Pendidikan Pasien dan Pertimbangan Perawatan di Ruman.

Pasien dan keluarga harus diberitahu untuk mandi sekali sehari dengan sabun bakterisidal. Kebersihandan praktik-praktik higiene yang baik membantu mencegah penyebaran lesi dari daerah kulit yang satu ke daerah lainnya dan dari orang yang satu ke orang lainnya.

Setiap orang harus memiliki handuk dan lap muka sendiri. Karena impetigo merupakan penyakit yang menular, anak yang terinfeksi penyakit ini harus dijauhkan dari anak lain sampai lesinya benar-benar sembuh.