Farmakoterapi dan Obat Topikal Kulit

https://www.infokeperawatan.comKarena kulit mudah diakses sehingga mudah pula diobati, maka obat-obat topikal dapat sering digunakan. Beberapa obat dengan konsentrasi yang tinggi dapat dioleskan langsung pada bagian kulit yang sakit dengan sedikit absorpsi sistemik sehingga efek samping sistemiknya juga sedikit.

Namun demikian beberapa obat mudah diserap lewat kulit dan dapat menimbulkan efek sistemik. Karena preparat topikal dapat memicu dermatitis kontak alergika pada orang yang sensitif, setiap respons yang tidak dikehendaki harus segera dilaporkan dan pemakaian obat-obat tersebut dihentikan.

Lotion, krim, salep dan bedak yang mengandung obat (medicate) kerapkali digunakan untuk mengobati lesi kulit.

Umumnya kompres basah dengan atau tanpa obat dipakai dalam stadium yang akut; lotion  dan krim hanya digunakan untuk stadium subakut; dan salep dipakai ketika inflamasi  menjadi kronik dan kulit menjadi kering dengan terjadinya deskuamasi serta likenifikasi (penebalan seperti bahan kulit hewan yang diawetkan).

Lotion memiliki dua tipe: suspensi yang terdiri atas serbuk dalam air yang perlu dikocok sebelum  digunakan, dan larutan jernih yang mengandung unsur-unsur aktif yang bia dilarutkan sepenuhnya.

Lotion biasanya dioleskan langsung pada kulit tetapikasa yang dicelupkan kedalam lotion dapat ditempelkan pada daerah yang sakit.

Suspensi seperti kelamin akan memberikan efek pendingin yang cepat dan pengeringan ketika preparat tersebut mengevaporasi sehingga terbentuk lapisan tipis bedak pada kulit yang sakit.

Lotion kerap kali dipakai untuk memperbarui minyak kulit yang hilang atau meredakan pruritus. Lotion harus dioleskan setiap 3 hingga 4 jam sekali untuk mendapatkan efek terapeutik yang dipertahankan.

Jika dibiarkan ditempatnya untuk waktu yang lama, lotion dapat mengerakan dan membentuk endapan pada kulit.

Linimen, lotion yang ditambahi minyak, akan mencegah pengerukan dan dapat digunakan untuk tujuan ini. Karena lotion mudah dipakai, kepatuhan pasien umumnya tinggi.

Bedak biasanya memiliki bahan talk, zink oksida, bentonit atau pati jagung dan ditaburkan pada kulit dengan alat pengecok atau spons katun.

Meskipun kerja medisnya singkat, bedak merupakan preparat higroskopis yang menyerap serta menahan  kelembaban kulit dn mengurangi gesekan antara permukaan kulit dan seprei.

Krim dapat berupa suspensi minyak dalam air atau emulsiair dalam minyak dengan unsur-unsur untuk mencegah pertumbuhan bakteri serta jamur.

Kedua bentuk tersebut dapat menyebabkan reaksi alergi seperti dermatitis kontak. Krim minyak-dalam-air mudah dioleskan dan biasanya secara kosmetik paling  dapat diterima oleh pasien.

Meskipun krim dapat pada muka, bentuk ini cenderung menimbulkan efek yang mengeringkan. Emulsi air-dalam-minyak lebih terasa berminyak dan lebih disukai untuk mengeringkan serta mengelupaskan dermatosis.

Krim pada umumnya dioleskan pada kulit dengan tangan. Preparat ini dipakai untuk memberikan efek pelembab dan emolien.