Lapisan dan Jaringan Bawah Kulit

https://www.infokeperawatan.comPersambungan (junction) epidermis dan dermis adalah daerah dengan banyak penonjolan (undulasi) serta alur yang dinamakan rete ridges.

Daerah pertemuan ini mengikat epidermis pada dermis dan memungkinkan pertukaran bebas nutrien yang esensial di antara kedua lapisan tersebut.

Antar-jalinan (interlocking) antara dermis dan epidermis menghasilkan kerutan pada permukaan kulit. Pada ujung-ujung jari tangan, kerutan-kerutan ini dinamakan sidik jari (fingerprints). Barangkali sidik jari merupakan ciri individual seseorang yang paling khas dan hampir tidak pernah berubah.

Dermis membentuk bagian terbesar kulit dengan memberikan kekuatan dan struktur pada kulit (Eckert, 1992). Lapisan ini tersusun dari dua lapisan: papilaris dan retikularis.

Lapisan papilaris dermis berada langsung di bawah epidermis dan tersusun terutama dari sel-sel fobroblast yang dapat menghasilkan salah satu bentuk kolagen, yaitu suatu komponen dari jaringan ikat.

Lapisan retikularis terletak di bawah lapisan papilaris dan juga memproduksi kolagen serta berkas-berkas tersebut elastik. Dermis juga tersusun dari pembuluh darah serta limfe, serabut saraf, kelenjar keringat serta sebasea, dan akar rambut. Dermis sering disebut sebagai “kulit sejati.”

Jaringan subkutan atau hipodermis merupakan lapisan kulit yang paling dalam.  Lapisan ini terutama berupa jaringan adiposa yang memberikan bantalan antara lapisan kulit dan struktur internal seperti otot dan tulang.

Jaringan ini memungkinkan mobilitas kulit, perubahan kontur  tubuh dan penyekatan panas tubuh (Holbrook, 1991). Lemak atau gajih akan bertumpuk dan tersebar menurut jenis kelamin seseorang, dan secara parsial menyebabkan perbedaan bentuk tubuh laki-laki dengan perempuan.

Makan yang berlebihan akan meningkatkan penimbunan lemak di bawah kulit. Jaringan subkutan dan jumlah lemak yang tertimbun merupakan faktor penting dalam pengaturan suhu tubuh.