Keperawatan Pasien Penyuntikkan Allergen

https://www.infokeperawatan.comJika pasien akan menjalani tindakan desensitisasi, perawat harus menegaskan kembali penjelasan dokter mengenai tujuan dan prosedur tindakan tersebut.

Petunjuk sesudah penyuntikan allergen tentang rangkaian inokulasi berikutnya, yang biasanya diberikan tiap 2 minggu atau tiap bulan, harus diikuti.

Petunjuk ini mencakup:

  1. Tinggal dahulu dikamar praktik dokter selama sedikitnya 30 menit agar tindakan emerjensi dapat dilakukan jika pasien mengalami reaksi alergi.
  2. Jangan menggosok atau menggaruk tempat suntikan,dan
  3. Meneruskan rangkaian suntikan selama periode waktu yang diperlukan.

Disamping menghindari situasi yang dapat memicu gejala alergik, pasien harus memahami dasar pemikiran, cara kerja serta efek samping semua obat yang diresepkan dokter untuk mengendalikan alergi dan metode pemberian yang benar.

Karena antihistamin kerapkali menimbulkan rasa mengantuk, pasien harus diingatkan tentang kemungkinan ini dan efek samping lainnya pada pemakaian obat-obat tertentu.

Pekerjaan mengoperasikan mesin, mengemudikan kendaraan dan melakukan aktifitas yang memerlukan konsentrasi yang tinggi harus ditunda dahulu.

Kepada pasien harus diberitahukan pula mengenai bahaya meminum alcohol ketika menggunakan obat-obat ini karena akan menambah berat efek alcohol.

Pasien harus menyadari akibat yang ditimbulkan oleh penggunaan secara berlebihan obat-obat simpatomimetik dalam bentuk tetes atau semprot hidung.

Keadaan yang dinamakan rhinitis medikamentosa dapat terjadi. Sesudah pemakaian secara topical obat tersebut, periode rebound dapat terjadi dimana membrane mukosa menjadi lebih sembab dan kongestif ketimbang sebelum obat tersebut digunakan.

Reaksi semacam ini dapat membuat sipemakai menggunakan lebih banyak obat. Pola aktifitas yang bersifat siklis akan terjadi. Pemakaian preparat topical harus dihentikan sama sekali dengan segera untuk mengatasi masalah tersebut.