Keperawatan Dewasa: Post Partum

Keperawatan Dewasa: Post PartumPost Partum

A. Pengertian
Definisi nifas / puerpenium
1. Puerpenium / nifas adalah masa sesudah persalinan yang lamanya 6 minggu. Anonim, 1984
2. Kala Puerpenium berlangsung selama 6 minggu / 40 hari merupakan waktu yang diperlukan untuk pulihnya alat – alat kandungan pada keadaan normal Manuaba, 1998
3. Masa nifas (Puerpenium) dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat – alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil, masa nifas berlangsung selama kira – kira 6 minggu. Maternal dan Neonatal, 2002
4. Masa nifas adalahmasa partus selesai dan berakhir setelah kira – kira 6 minggu. Kapita Selecta Kedokteran, 2001
5. Nifas adalah masa pulihnya kembali, mulai dari persalinan selesai sampai alat – alat kandungan kembali pra – hamil, lama masa nifas ini yaitu 6 – 8 minggu. Mochtar Rustam, 1998
B. Jenis Perdarahan Post Partum
1. Perdarahan Post Partum Primer
Perdarahan post partum primer trjadi dalam 24 jam pertama. Penyebab utama perdarahan post partum primer adalah atenia uteri, retentio plasenta, sisa plasenta, dan robekan jalan lahir, terbanyak dalam 2 jam pertama
2. Perdarahan Post Partum Sekunder
Terjadi setelah 24 jam pertama penyebab utama perdarahan post partum sekunder adalah robekan jalan lahir dan sisa plasenta / membran (Manuaba, 1998)

C.Faktor Yang Menyebabkan Post Partum
1. Grandemultipara
2. Jarak persalinan pendek kurang dari 2 tahun
3. Persalinan yang dilakukan dengan tindakan pertolongan kala uri sebelum waktunya, pertolongan persalinan oleh sukun, persalinan dengan tindakan paksa, persalinan dengan narkosa
D. Penaggulangan komplikasi :
a. Infeksi post partum : Pemberian antibiotika yang adekuat sebagai profilaksis maupun sebagai terapi bila sudah ada infeksi
b. Anoxia otak : Pemberian O2 yang cukup bila penderita jatuh shock
c. Memperbaiki fungsi ginjal : Pengukuran produksi urine jumlah cairan yang sesuai untuk menigkatkan produk si urine ini.

E. pengkajian
a. Identitas Pasien
Meliputi nama, umur, pendidikan, suku bangsa, pekerjaan, agam, alamat, status perkawinan, ruang rawat, nomor medical record, diagnosa medik, yang mengirim, cara masuk, alasan masuk, keadaan umum tanda vital.
b. Data Riwayat Kesehatan
Riwayat kesehatan sekarang.
Meliputi keluhan atau yang berhubungan dengan gangguan atau penyakit dirasakan saat ini dan keluhan yang dirasakan setelah melahirkan
Riwayat Kesehatan Dahulu
Meliputi penyakit yang lain yang dapat mempengaruhi penyakit sekarang.
Riwayat Kesehatan Keluarga
Meliputi penyakit yang diderita pasien dan apakah keluarga pasien ada juga mempunyai riwayat gangguan persalinan
c. Data Sosial Ekonomi
Penyakit ini dapat terjadi pada siapa saja.
d. Data Psikologis
– Pasien biasanya dalam keadaan latih.
– Pasien biasanya cemas akan keadaan seksualitasnya.
– Harga diri pasien terganggu
e. Pemeriksaan Penunjang
– USG, untuk menetukan letak impiantasi plasenta.
– Pemeriksaan hemoglobin
– Pemeriksaan Hema tokrit

F. Diagnosa Keperawatan
1. Gangguan integritas jaringan b/d episiotomi atau laserasi
2. Perubahan eliminasi ueri risiko tinggi retensi b/d udema perineal eliminasi fekal risiko tinggi
3. konstipasi b/d ketidaknyamanan perineal dan penurunan peristaltic
4. Perubahan kenyamanan Nyeri b/d Episiotomy hemoroid atau insisi caesaria
G. Intervensi
1. Gangguan integritas jaringan b/d episiotomi atau laserasi
Kaji episiotomi;kemerahan,edema,hematom keadaan jahitan dan perdarahan
Gunakan kantong es untuk menurunkan udem Turunkan nyeri
a. a. Analgesik oral
b. b. Analgesik topikal
Evaluasi peningkatan integritas jaringan
o Tanda penyembuhan episiotomi
o Tanda infeksi tidak ada
Ketidaknyamanan dapat ditoleransi
2. Perubahan eliminasi urin risiko tinggi retensi b/d
trauma perineal

Kaji adanya distensi blader kateterisasi sesuai indikasi
Anjurkan untuk ambulasi dini
Pastikan intake cairan yang cukup
Berendam denganair hangat jika diperlukan

Evaluasi pemulihan eliminasi urin

 Pengosongan pertama sekitar 4- jam setelah
 melahirkan
 Blader tidak distensi
 Pengeluaran > 200ml saat 2X berkemihpertama anpa nyeri atau rasa tidak nyaman saat berkemih
3. Eliminasi fekal risiko konstipasi b/d ketidaknyamanan perineal dan penurunan peristaltic
Anjurkan minum yang adekuat
Anjurkan diet tinggi serat
Anjurkan ambulasi
Anjrukan berendam dengan air hangat
Monitor peristaltik
Berikan medikasi sesuai indikasi
EVALUASI
Peristaltik (+) (+)
Ketidaknyamanan minimal
4. kenyamanan nyeri b/d episiotomy hemoroid atau insisi caesaria
Inspeksi kondisi perineum
Lakukan penanganan hangat dan dingin pada perineum
Berikan analgesik sesuai indikasi
Monitor nyeri insisi pada persalinan secsio caesaria
Jelaskan penyebab nyeri dan berapa lama nyeri akan.hilang
Jelaskan metode nonfarmakologi untuk mengatasi nyeri

EVALUASI
Ketidaknyamanan dapat ditoleransi d
Tidak menunjukkan tanda ketidaknyaman
Mengkomunikasikan kebutuhan untuk mengatasi nyeri