Kelainan Sistemik Inflamatorik Pada Skeleton

https://www.infokeperawatan.comSpondiloartropati

Spondiloartropati seronegatif merupakan kelompok kelainan sistemik inflamatorik yang lain pada skeleton. Spondiloartropati mencakup spondilitis ankilosing, artritis reaktif dan artritis psoriatik. Spondiloartropati juga menyertai penyakit inflamasi usus seperti enteritis regional (penyakit Crohn) dan kolitis ulseratif.

Kelompok penyakit reumatik memiliki beberapa gambaran klinis yang sama. Inflamasi pada penyakit ini cenderung terjadi secara perifer pada lokasi insersio otot, tendon, kapsula sendi dan ligamentum.

Imflamasi periosteum mungkin terdapat. Banyak pasien spondiloartropati yang mengalami artritis pada persendian sakroiliaka. Ada kecenderungan yang kuat terdapatnya penyakit ini dalam keluarga.

Awitan penyakit cenderung terjadi selama usia dewasa muda, da penyakit tersebut lebih banyak menjangkiti laki-laki daripada wanita. Petanda genetik antigen leukosit manusia (HLA; human leucocyte antigen) kerapkali ditemukan.

Spondilitis ankilosing mengenai persendian kartilaginous pada tulang belakang dan jaringan disekitarnya. Kadang-kadang sendi sinovial yang besar seperti sendi paha, lutut, atau bahu dapat terkena.

Gambaran khas spondilitis ankilosing berupa nyeri  punggung. Dengan berlanjutnya penyakit, keseluruhan vertebra dapat mengalami ankilosis (terfiksasi) sehingga terjadi gangguan dan komplikasi respirasi.

Spondilitis ankilosing biasanya diagnosis di sekitar dekade usia kedua atau ketiga. Spondlitis ankilosing pada wanita biasanya tidak seberat pada laki-laki di mana penyakit tersebut lebih prevalen dan cenderung mencakup kelainan sistemik yang bermakna.

Sindrom Reiter megenai laki-laki dewasa muda dan terutama ditandai oleh uretritis, artritis serta konjungtivitis. Dematitis dan ulserasi pada mulut dan penis dapat pula ditemukan. Sering terdapat nyeri punggung bawah.

Artritis psoriatik ditandai oleh sinovitis, poliartiritis dan spondilitis. Sepertiga penderita psoriasis juga mengalami artritis yang membuat insidensi artritis psoriatik serupa dengan insidensi artritis reumatoid.

Sebanyak 20% penderita artritis psoriatik memiliki perjalanan penyakit yang berat sehingga timbul deformitas dan kerusakan sendi.

Terapi dini merupakan unsur yang penting mengingat sebagian besar kerusakan tampaknya terjadi secara dini dalam perjalanan penyakit ini.

Penatalaksanaan medik spondiloartropati difokuskan pada penanganan nyeri dan pemeliharaan mobilitas dengan cara mensupresi inflamasi.

Bagi penderita spondilitis ankilosing, pengaturan posisi dan postur tubuh yang benar merupakan unsur penting agar ankilosis—jika keadaan ini benar-benar terjadi—berada dalam posisi yang paling fungsional.

Pendidikan pasien yang ditujukan kepada pemeliharaan gerak dengan latihan yang teratur dan program penguatan-otot merupakan tindakan yang penting. Penanganan bedah dapat mencakup penggantian keseluruhan sendi paha.

Salisilat, NSAID dan kortikosteroid sering menghasilkan perbaikan yang mencolok pada gejala punggung, kulit dan sendi. Metotreksat juga digunakan untuk mengendalikan psoriasis di samping untuk mengatasi inflamasi sendi.