Kegagalan Respirasi Terjadi Pengupasan Kulit Wajah Cara Kimiawi

https://www.infokeperawatan.comPengupasan kulit wajah cara kimiawi (chemical face peeling) merupakan teknik penyerutan kulit yang melibatkan pemakaian campuran kimia pada wajah dengan tujuan untuk menimbulkan destruksi superfisial jaringan epidermis dan dermis lapisan atas.

Teknik ini digunakan untuk mengatasi keriput, keratosis dan permasalahan pigmen. Pengupasan kimiawi wajah terutama bermanfaat dan berguna untuk menghilangkan keriput pada bibir atas serta bawah, dahi dan daerah periobital.

Praterapi pada teknik ini dapat terdiri atas pembersihan wajah dan pencukuran rambut/bulu dengan memakai deterjen heksaklorofen selama beberapa hari sebelum dilakukan prosedur yang dimaksud.

Medikasi praterapi (analgesik dan tranquilizer) dapat diresepkan untuk menghilangkan kekhawatiran yang disedasi tetap sadar selama pelaksanaan prosedur tersebut. Sebagian pasien tidak menghendaki terjaga selama terapi dan membutuhkan anestesi umum.

Tipe zat kimia yang digunakan bergantung pada dalamnya pengupasan yang direncanakan. Zat kimia berbahan dasar fenol dalam emulsi minyak-air umumnya digunakan dalam prosedur tersebut karena dapat menghasilkan luka bakar yang terkendali dan dapat diprakirakan.

Zat kimia dioleskan dengan hati-hati secara sistematik pada wajah dengan memakai aplikator yang ujungnya terbuat dari kapas. Pasien yang sadar akan merasa terbakar pada saat ini.

Suatu bahan perekat kedap-air kemudian dipasang langsung pada kulit dan dibentuk dengan mengikuti kontur wajah sehingga berfungsi sebagai balutan oklusif yang meningkatkan penetrasi dan kerja zat kimia tersebut, (sebagian dokter bedah menganggap pemakaian plester akan memberikan hasil yang sama baiknya).

Sesudah masker perekat ini dipasang, rasa terbakar tetap berlanjut. Masker tersebut dibiarkan pada tempatnya selama 12 hingga 24 jam. Pemberian analgesik dan tranquilizer dalam dosis kecil tapi sering diberikan agar pasien tetap merasa nyaman.

Komplikasi.

Komplikasi dapat ditimbulkan kalau pengendalian terhadap zat kimia yang menginduksi luka bakar tidak bisa dipertahankan. Komplikasi bisa mencakup perubahan pigmen, infeksi, milia (kistainklusi yang kecil dan menghilang setelah beberapa bulan), pembentukan parut, atrofit, perubahan sensitivitas serta eritema jangka-panjang (4 hingga 5 bulan) dan pruritus.