Intervesi Keperawatan Dalam Memulihkan dan Mencegah Infeksi Luka Bakar

https://www.infokeperawatan.comMemulihkan keseimbangan cairan

Untuk mengurangi risiko terjadinya kelebihan beban (overloading) cairan dan gagal jantung kongestif yang ditimbulkannya, perawat harus memantau dengan ketat asupan cairan pasien lewat pemberian oral maupun intravena (infus) dengan menggunakan pompa infuse untuk meminimalkan risiko infuse cairan yang terlalu cepat.

Untuk memantau perubahan dalam status cairan, asupan serta haluaran cairan harus dicatat dengan teliti dan berat badan harian pasien diukur. Perubahan pada tekanan arteri pulmonalis, tekanan baji kapiler pulmonalis dan tekanan vena sentral di samping tekanan darah dan frekuensi nadi harus dilaporkan kepada dokter.

Pemberian dopamine dengan dosis rendah guna meningktan perfusi renal dan pemberian diuretik dapat dilakukan dengan program dokter untuk mendorong peningkatan haluaran urin. Peranan perawat adalah memberikan preparat ini sesuai dengan program dokter dan memantau respons pasien.

Mencegah infeksi.

Bagian utama dari peranan perawat selama fase akut dan fase lainnya dalam perawatan luka bakar adalah mendeteksi serta mencegah infeksi. Perawat bertanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang aman serta bersih dan meneliti luka bakar dengan cermat guna mendeteksi tanda-tanda dini infeksi. Hasil pemeriksaan kultur dan pemeriksaan hitting sel darah putih harus dipantau.

Teknik aseptic harus diterapkan dalam prosedur perawatan luka bakar setelah prsedur invasive lainnya seperti pemasangan selang infuse dan kateter urin atau tindakan pengisapan trakea. Membasuh tangan dengan teliti sebelum dan sesudah menyentuh setiap pasien juga merupakan komponen yang esensial dalam pencegahan infeksi.

Perawat harus melindungi perawat terhadap sumber-sumber kontaminasi yang mencakup pasien lain, anggota staf keperawatan, pengunjung dan peralatan.

Selang dan kateter yang dipasang harus diganti secara rutin menurut rekomendasi Centers For Disease Control and Prevention (CDC). Wadah untuk formula nutrisi enteral, sirkuit dan ventilator dan tempat untuk manampung cairan drainase harus diganti secara teratur.

Bunga segar atau pun taman tidak boleh diletakkan dalam kamar pasien karena beriko untuk pertumbuhan kuman. Para pengunjung harus menjalani skrining agar pasien luka bakar yang fungsi kekebalannya terganggu tidak terkena mikroorganisme yang pathogen.

Pasien dapat tanpa sengaja mempermudah migrasi mikroorganisme dari luka bakar yang satu ke luka bakar lainnya dengan menyentuh lukanya atau balutan.

Linen tempat tidur dapat menyaberluaskan infeksi lewat klonisasi mikroorganisme luka bakar atau kontaminasi feses. Memandikan bagian-bagian tubuh yang tidak terbakar dan mengganti linen yang dilakukan secara teratur dapat mencegah infeksi.