Intervensi Keperawatan Untuk Gangguan Pruritus

https://www.infokeperawatan.comPerawat harus menegaskan kembali alasan mengapa pasien perlu menjalani program terapi seperti yang ditentukan dan menjelaskan masalah-masalah perawatan yang spesifik pada pasien.

Jika dalam terapi disebutkan mandi rendam, kepada pasien harus diingatkan untuk menggunakan air suam-suam kuku (bukan air panas) dan mengibaskan air yang berlebih serta mengeringkan daerah lipatan dengan cara menekan-nekannya memakai handuk (jangan menggosoknya). Mengosok kulit kuat-kuat dengan handuk harus dihindari karena terjadi overstimulasi kulit yang akan menambah rasa gatal.

Selain itu, tindakan tersebut akan menghilangkan air dari stratum korneum. Segera sesudah mandi, kulit harus dilumasi dengan preparat emolien yang akan mempertahankan kelembaban kulit.

Kepada pasien harus diberitahukan untuk menghindari situasi yang menyebabkan vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah). Contohnya adalah kontak dengan udara lingkungan yang panas dan penakaian alkohol serta konsumsi makanan dan minuman yang panas.

Semua ini akan memicu atau meningkatkan intensitas rasa gatal. Penggunaan alat pelembab ruangan akan bermanfaat jika udara lingkungannya kering dan memicu pruritus.

Aktivitas yang menimbulkan perspirasi harus dibatasi; keringat dapat menimbulkan iritasi dan meningkatkan rasa gatal yang menyeluruh. Jika pasien terganggu oleh rasa gatalnya pada malam hari sehingga tidurnya terganggu, perawat dapat menganjurkan pada pasien untuk mengenakan pakaian tidur dari katun ketimbang bahan sintetik.

Kamar tidur harus dijaga agar tetap sejuk dan lembab. Kebiasaan menggaruk kuat-kuat perlu dihindari dari dan kuku dipangkas rapi untuk menjaga agar tidak menimbulkan kerusakan serta infeksi pada kulit.

Bila penyebab pruritus belum diketahui dan pemeriksaan lebih lanjut diperlukan, perawat dapat menjelaskan setiap tes yang akan dilakukan dan hasil akhir yang diharapkan.