Intervensi Keperawatan dalam Memberikan Terapi Rehidrasi Untuk Diare

https://www.infokeperawatan.comPasien dikaji untuk menentukan tingkat dehidrasi. Pengkajian menolong menentukan jumlah dan jalan rehidrasi yang diperlukan. Banyak pasien yang dapat direhidrasi dengan terapi oral.

Terapi rehidrasi oral (TRO) adalah strategi yang digunakan untuk menurunkan komplikasi berat dari diare dengan tidak memperdulikan agens penyebab. Hal ini mahal dan efektif, tapi sering tidak dapat digunakan karena secara cultural dipercaya menurunkan masukan oral selama episode diare.

Setelah kebanyakan perbaikan dari formula yang telah ada, organisasi kesehatan dunia (WHO) dan United Nation’s International Children’s Emergency Fund (UNICEF) menyetejui untuk menentukan satu cairan untuk penatalaksanaan dehidrasi dan keseimbangan elektrolit yang berhubungan dengan kolera dan penyakit diare lain. Solusi ini terdiri dari (dalam mmol/l) natrium 90; kalium 20; klorida 80; basa 30; glukosa 111.

Dehidrasi ringan

Pasien menunjukkan membrane mukosa mulut yang kering dan meningkatnya rasa haus. Tujuan rehidrasi adalah memberikan sekitar 50 ml/kg cairan rehidrasi oral setiap interval 4 jam.

Dehidrasi sedang

Mata cekung, penurunan turgor kulit dan membran mukosa kering adalah manifestasi yang sering muncul. Pada bayi terdapat fontanel yang cekung. Tujuan rehidrasi adalah memberikan sekitar 100  ml/kg lebih per 4 jam untuk pasien dengan dehidrasi sedang.

Dehidrasi berat

Pasien akan menunjukkan tanda syok (pulsasi cepat, sianosis, ekstremitas dingin, napas cepat, lemah dan koma) dan harus ditangani dengan intravena sampai dengan status hemodinamik dan status mental kembali normal. Apabila kemajuan telah diperoleh, pasien dapat ditangani dengan TRO.

Memberikan terapi rehidrasi.

Preparat yang dijual bebas di Amerika Serikat seperti Pedialyte dan Ricelyte mengandung konsentrasi natrium yang rendah . keduanya efektif untuk anak yang biasa mengalami diare diseluruh Negara ini.

Bagaimanapun pada saat kehilangan karena diare terlalu tinggi (> dari 10 ml/kg/hari), konsentrasi natrium yang disediakan WHO telah diformulasikan, akan lebih tepat digunakan.

Dirumah sakit anak, kehilangan cairan diare harus ditimbang dan TRO harus diberikan yaitu 1 ml untuk setiap gram cairan yang dikeluarkan karena diare. Kehilangan cairan dapat diperkirakan sehingga pasien menerima sekitar 10 ml/kg TRO untuk setiap cairan yang keluar karena diare.

Penting bagi anak dan orangtua yang mengalami gejala diare akut untuk memelihara masukan kalori.bayi yang menyusu harus terus diberikan kebutuhan ASInya; yang menerima susu formula harus mendapat formula yang bebas laktosa atau formula laktosanya harus dikurangi segera untuk rehidrasinya.

Anak yang normalnya makan makanan yang padat atau setengah padat harus mendapat makanan yang dianjurkan. Rekomendasi makanan meliputi makanan berkanji, sereal, yoghurt, buah-buahan dan sayuran. Makanan yang memiliki gula tinggi seperti jus apel yang tidak diberi air atau agar-agar harus dihindari.

Karena episode diare sering diikuti dengan muntah, rehidrasi dan pemberian makanan menjadi sulit. Terapi rehidrasi oral harus diberikan dalam jumlah sedikit dengan frekuensi sering.

Pada saat muntah sering terjadi, anak kecil sering membutuhkan pemberian cairan dengan cara memberikan menggunakan sendok daripada minum dari botol atau cangkir. Terapi intravena dibutuhkan untuk pasien yang mengalami syok.