Imunoterapi Untuk Pasien Melanoma Malignan

https://www.infokeperawatan.comImunoterapi Pernah dicoba untuk menagani melanoma malignan dengan keberhasilan yang bervariasi. Imunoterapi mencakup metode terapi yang bukan hanya memodifikasi fungsi imun tetapi juga respons biologik lainnya terhadap penyakit kanker.

Sejumlah keberhasilan yang memberikan semangat terlihat pada beberapa bentuk imunoterapi (vaksin baksilul Calmette Guerin [BCG], Cornebacterium paravum, levamisol).

Kini sedang dilakukan riset untuk menyelidiki efek dari preparat yang memodifikasi respons biologik (alfa interferon, interleukin-2), imunoterapi adaptif (sel-sel killer yang diaktifkan oleh limokin) dan antibodi monoklonal yang ditujukan pada antigen melanoma.

Peranan perawat dalam merawat penderita melanoma malignan harus bersifat holistik. Adalah mengesankan jika perawat mempunyai pengetahuan tentang terapi mutakhir yang paling efektif, melaksanakan perawatan suportif, menyampaikan informasi mengenai terapi serta menjelaskannya dan mengenai dasar pemikiran dalam menggunakan terapi tersebut, mengenali efek samping terapi yang potensial serta cara-cara untuk mengatasinya, dan menginformasikan kepada pasien beserta keluarganya tentang hasil akhir terapi yang diharapkan.

Perawat harus memonitor dan mencatat semua gejala yang dapat menunjukkan metastasis: paru (kesulitan bernapas, napas yang pendek, batuk-batuk yang bertambah): tulang (rasa sakit, penurunan mobilitas serta fungsi tulang, fraktur patologik): hepar (perubahan pada kadar enzim-enzim hepar, rasa sakit, ikterus). Asuhan keperawatan derencanakan menurut gejala yang diperlihatkan pasien.

Meskipun kemungkinan sembuh bagi melanoma malignan sangat menyedihkan, perawat harus mendorong pasien untuk menaruh harapan atas terapi yang dijalaninya sementara perpektif yang realistik tentang proses penyakit dan hasil akhir tetap dipelihara.

Lebih lanjut, perawat perlu menyediakan bagi pasien untuk mengekspresikan ketakutan dan keprihatinannya mengenai segala aktivitas dan serta hubungan pada masa mendatang; menyampaikan informasi tentang kelompok-kelompok pendukung serta orang yang dapat di hubungi; dan mengatur pelayanan asuhan hospice/paliatif.