Gagal Jantung Kongestif dan Edema Paru Pasien Luka Bakar

https://www.infokeperawatan.comKondisi pasien harus dinilai untuk mendeteksi kemungkinan overloading cairan yang bisa terjadi ketika cairan terpindah kembali dari kompartemen interstisial ke dalam kompartemen intravaskuler.

Jika system kardiak atau renal tidak dapat mengimbangi volume intravaskuler yang berlebihan, gagal jantung kongestif dan edema paru dapat terjadi. Kondisi pasien ini harus dinilai untuk menemukan tanda-tanda gagal jantung kongestif, yang mencakup penurunan curah jantung, oliguria, distensi vena jugularis, edema dan mulai terdengarnya suara jantung S3, atau S4.

Peningkatan tekanan vena sentralis, tekanan arteri pulmonalis dan tekan baji (wedge pressure) menunjukkan bertambahnya volume intravaskuler.

Bunyi ronki pada paru dan kesulitan bernapas yang bertambah nyata dapat menunjukkan penumpukan cairan dalam paru-paru yang harus segera dilaporkan kepada dokter.

Pada saat itu, pasien harus ditempatkan dalam posisi yang nyaman dengan bagian kepala tempat tidur yang ditinggikan (bila tidak terdapat kontraindikasi katrena terapi atau cedera lainnya) untuk mempermudah ekspansi paru dan pertukaran gas.

Penatalaksanaan komplikasi ini mencakup pemberian oksigen, penyuntikan preparat diuretic intravena, penilaian yang cermat terhadap respons pasien dan (kemungkinan pula) pemakaian preparat vasoaktif.