Fase Rehabilitasi Pada Perawatan Luka Bakar

https://www.infokeperawatan.comMeskipun aspek jangka-panjang pada perawatan luka bakar dibicarakan paling akhir, namun proses rehabilitas harus dimulai segera sesudah terjadinya luka bakar-sama selama periode darurat.

Dalam proses selanjutnya dari fase akut luka bakar, pasien akan semakin berfokus pada perubahan citra diri dan gaya hidup yang terjadi. Kesembuhan luka, dukungan psikososial dan pemulihan aktivitas fungsional yang maksimal tetap menjadi prioritas.

Focus perhatian terus berlanjut pada pemeriharaan keseimbangan cairan serta elektrolit dan perbaikan status nutrisi. Pembedahan rekonstruksi untuk memperbaiki penampakan dan fungsi tubuh mungkin diperlukan.

Dalam sebuah survei retrospektif, Cobb, Maxwell dan Silverstein (1990) mendapatkan bahwa pasien-pasien yang berusia lebih muda dan tua dengan luka bakar yang berat dilaporkan memiliki kualitas hidup yang terganggu.

Pasien-pasien luka bakar berusia lanjut yang dapat bertahan hidup melaporkan berbagai perubahan pada aktivitas fisik dan status ekonomi mereka. Pasien-pasien luka bakar dengan usia lebih muda yang berhasil hidup melaporkan terganggunya status social, psikologik dan pekerjaan mereka.

Konseling dengan psikolog maupun konselor pekerjaan dan kelompok-kelompok pendukung lainnya dapat menjadi factor yang membantu dalam proses pemulihan. Anggota keluarga juga membutuhkan dukungan dan arahan untuk membantu memulihkan pasien kepada status kesehatan yang optimal.