Diagnosis dan Penatalaksanaan Artritis Reumatoid

https://www.infokeperawatan.comEvaluasi Diagnostik

Beberapa faktor dapat turut memberikan kontribusinya pada penegakan diagnosis artritis reumatoid, yaitu: nodul reumatoid, inflamasi sendi yang ditemukan pada saat palpasi dan hasil-hasil pemeriksaan laboratorium tertentu.

Faktor reumatoid terdapat pada lebih dari 80% penderita Artritis Reumatoid; namun, keberadaan faktor ini saja belum merupakan tanda diagnostik untuk Artritis Reumatoid. Laju endap darah (LED) akan meningkat secara bermakna pada Artritis Reumatoid.

Jumlah sel darah merah dan komplemen C4 menurun. Pemeriksaan Creaktif Protein (CRP) dan Antibodi Antinukleus (ANA) dapat menunjukkan hasil yang positif.

Artrosentesis akan memperlihatkan cairan sinovial yang keruh, berwarna mirip susu atau kuning gelap dan mengandung banyak sel inflamsi, seperti leukosit serta komplemen.

Pemeriksaan sinar-X dilakukan untuk membantu penegakan diagnosis dan memantau perjalanan penyakitnya. Foto ronsen akan memperlihatkan erosi tulang yang khas dan penyempitan rongga sendi yang terjadi kemudian dalam perjalanan penyakit tersebut.

Penatalaksanaan

Untuk Artritis Reumatoid yang dini, terapi dimulai dengan pendidikan pasien, keseimbangan antara istirahat dan latihan, dan rujukan ke lembaga kemasyarakatan yang dapat memberikan dukungan.

Penanganan medik dimulai dengan pemberian salisilat atau NSAID dalam dosis terapeutik. Kalau diberikan dalam terapeutik yang penuh, obat-obatan ini akan memberikan efek anti inflamasi maupun analgesik.

Kepada pasien perlu diberitahukan untuk menggunakan obat menurut resep dokter agar kadar obat yang konsisten dalam darah bisa dipertahankan sehingga keefektifan obat anti-inflamasi tersebut dapat mencapai tingkat yang optimal.

Kecenderungan yang terdapat dalam penatalaksanaan Artritis Reumatoid menuju pada pendekatan farmakologi yang lebih agresif pada stadium penyakit yang lebih dini.

Luasnya kesempatan bagi pengendalian gejala dan perbaikan penatalaksanaan penyakit terdapat dalam dua tahunpertama awitan penyakit tersebut.

Apabila inflamasi tidak dapat dikendalikan secara total dengan obat-obat anti-inflamasi, preparat anti-reumatik yang kerjanya lambat (antimalaria, preparat emas, penisilamin atau sulfasalazin) dapat diberikan sejak awal dan penanganan penyakit Artritis Reumatoid.

Jika gejalanya tampak agresif (yaitu, terjadi erosi tulang yang dini pada sendi), penggunaan metotreksat perlu dipertimbangkan. Tujuannya adalah untuk mencegah penghancuran sendi.

Analgesia tambahan dapat diresepkan pada saat-saat serangan nyeri yang hebat. Penggunaan preparat analgesik narkotik harus dihindari karena berpotensi untuk mengakibatkan kebutuhan peredaan nyeri yang berkelanjutan.

Teknik-teknik pelaksanaan nyeri nonfarmakologik harus diajarkan (yaitu, teknik-teknik relaksasi, kompres panas dan dingin). Menyampaikan lebih banyak informasi mengenai obat-obat yang digunakan dalam penanganan Artritis Reumatoid.