Diagnosis dan Intervensi Keperawatan Pasien Akne

https://www.infokeperawatan.comDiagnosis

Berdasarkan data-data hasil pengkajian, diagnosa keperawatan pasien yang utama mencakup:

1. Penatalaksanaan program terapeutik tidak efektif yang berhubungan dengan pengetahuan yang tidak memadai mengenai keadaan tersebut (penyebab, perjalanan penyakit, pencegahan, pengobatan dan perawatan kulitnya)

2. Gangguan citra tubuh yang berhubungan dengan rasa malu dan frustasi terhadap tampilan dirinya

Komplikasi otensial

Berdasarkan data-data hasil pengkajian, komplikasi potensial yang dapat terjadi mencakup:

a. Pembentukan sikatriks

b. Infeksi

Perencanaan dan Implementasi

Sasaran. Sasaran utama pasien mencakup pemahaman keadaannya untuk meningkatkan kepatuhan pasien terhadap terapi yang diprogramkan, pengembangan kemampuan untuk menerima keadaan dirinya dan tidak adanya komplikasi.

Intervensi Keperawatan

Meningkatkan Kepatuhan dan Pemahaman terhadap Terapi.

Sebelum terapi dimulai, pasien harus mendapatkan penyuluhan dahulu dan diyakinkan bahwa masalahnya tidak berhubungan dengan ketidak bersihan, kesalahan, makan, masturbasi, aktivitas seksual ataupun kesalahan.

Konsep yang lainnya yang lazim dijumpai. Kita harus menegaskan kembali konsep yang mengatakan bahwa akne timbul karena gabungan berbagai faktor yang mencakup hereditas, kelenjar sebasea yang besar dan jumlah bakteri P. acnes yang besar, yang semuanya ini berada di luar kendali pasien.

Kita juga harus menekankan bahwa pengobatan biasanya memerlukan waktu 4 sampai 6 minggu atau lebih dan pasien harus mematuhi terapi yang diprogramkan itu sebelum hasil-hasil pengobatannya terlihat.

Informasi mengenai dasar-dasar pemikiran bagi pemakaian obat-obat oral serta topikal dan penjelasan tentang kerja obat serta efek sampingnya yang potensial akan menambah pemahaman pasien, mendorong keterlibatan pribadi sesrta komitmennya dalam menjalani perawatan, dan akan meningkatkan kepatuhan.

Pasien harus memperoleh informasi bahwa obat-obat seperti tetrasiklin topikal dapat mengubah warna kulit, bahwa benzoil peroksida akan memutihkan pakaian yang  terkena preparat tersebut, dan bahwa pemeriksaan darah yang sering (untuk memantau jumlah sel darah putih, sel darah merah, trombosit, kadar alkali, fosfatase, SGOT serta SGPT dan LDH) diperlukan jika pasien menggunakan isotretinoin.

Pasien-pasien harus memperoleh penyuluhan bahwa akne tidak mungkin hilang dalam waktu singkat dan mereka harus teguh dengan pelaksanaan pengobatan yang persisten setiap harinya. Bila obat topikal digunakan, pasien harus memakainya pada semua lesi dan bukan hanya pada lesi yang mengalami inflamasi.