Diagnosa dan Intervensi Keperawatan Nekrolisis Epidermis Toksik

https://www.infokeperawatan.comDiagnosa

Berdasarkan data-data hasil pengkajian keperawatan, diagnosis keperawatan pasien yang utama dapat mencakup :

a. Kerusakan integritas jaringan (oral, mata dan kulit) yang berhubungan dengan pelepasan jaringan Epidermis.

b. Kurang volume cairan dan  kehilangan elektrolit yang berhubungan dengan kehilangan cairan dari daerah kulit yang terkelupas.

c. Risiko terhadap perubahan suhu tubuh (hiportemia) yang berhubungan dengan kehilangan panas yang terjadi sekunder akibat kehilanga kulit.

d. Nyeri yang berhubungan dengan  kulit yang terkelupas, lesi oral dan kemungkinan infeksi.

e. Ansietas yang berhubungan dengan penampilan fisik kulit dan prognosis penyakit.

Komplikasi Potensial

Berdasarkan data-data hasil pengkajian, komplikasi potensial yang dapat terjadi mencakup :

a. Sepsis

b. Retraksi dan pembentukan sikatriks pada konjungtiva, lesi pada kornea.

Sasaran Perencanaan dan Implementasi

Sasaran utama bagi pasien dapat mencakup pencapaian kesembuhan pada kulit serta jaringan mulut, pencapaian keseimbangan cairan, pencegahan kehilangan panas, serta nyeri pengurangan ansietas dan tiidak adanya komplikasi.

Intervensi Keperawatan

Mempertahankan Keutuhan Kulit dan Membran Mukosa. Perawatan permukaan kulit merupakan penatalaksanaan keperawatan yang penting.

Kulit mudah sekali mengelupas, sekalipun tubuh diangkat dan diputar. Pasien harus di tempatkan dalam alat circular turning frame.

Perawat dapat mengoleskan preparat  topikal yang diresepkan dokter untuk mengurangi populasi bakteri pada permukaan luka. Kompres hangat jika dipreskripsikan, harus dilaksanakan dengan hati-hati sekali pada daerah yang erosi atau terkelupas.

Preparat antibiotik topikal dapat digunakan bersama dengan hidroterapi dalam tangki, bak mandi rendam atau memakai shower.

Perawat memantau kondisi pasien  selama pelaksanaan terapi tersebut dan memotifasi pasien untuk melakukan latihan anggota gerak selama hidroterapi.

Lesi oral yang nyeri akan membuat higiene oral sulit dipelihara. Tindakan higiene oral perlu dilakukan utuk menjaga agar mulut selalu bersih.

Obat kumur mulut, larutan anestesi atau agens bersalut yang diresepkan dokter dapat digunakan dengan sering untuk membersihkan mulut dari debris, mengurangi rasa nyeri pada daerah ulserasi dan mengendalikan bau mulut yang amis.

Rongga mulut harus diinspeksi beberapa kali sehari, dan setiap perubahan dicatat serta di laporkan. Vaselin (atau salep yang diresepkan dokter) di oleskan pada bibir.