Data Insidens Penderita Infeksi HIV dan AIDS

https://www.infokeperawatan.comInsidens

Sampai desember 1994 sudah terdapat 441.528 kasus penyakit AIDS dan 270.870 kematian akibat AIDS yang dilaporkan diantara populasi orang dewasa, remaja dan anak-anak di Amerika Serikat.

Dalam bulan januari 1993, definisi surveilans untuk penyakit AIDS diperluas agar mencakup pula keadaaan yang terjadi lebih dini di dalam perjalanan infeksi HIV yang dilaporkan mengalami peningkatan.

Laporan hasil surveilans juga menunjukkan peningkatan yang cukup besar pada angka infeksi HIV di antara populasi heteroseksual, khususnya di daerah pantai timur.

Di Amerika Serikat, sebagian besar penderita AIDS melibatkan diri dalam perilaku yang berisiko tinggi, seperti hubungan homoseksual antar pria, penggunaan obat bius IV dan hubungan heteroseksual dengan pasangan yang terinfeksi HIV atau yang berisiko untuk terinfeksi virus tersebut.

Yang juga berisiko untuk terjangkit infeksi ini adalah orang-orang yang mendapat darah atau produk darah yang terkontaminasi dengan HIV (khususnya sebelum skrining darah untuk transfusi dilakukan dalam tahun 1985) dan anak-anak yang dilahirkan dari ibu yang menderita infeksi HIV.

Analisis terhadap kategori sosiodemografik dan pajanan menunjukkan bahwa tahun 1994, kelompok orang Afrika – Amerika dan Hispanik menyebabkan 49,9% dari semua kasus penyakit AIDS; kelompok kulit putih non-Hispanik menyebabkan 48,9%; dan kelompok masyarakat Asia, Kepulauan pasifik, penduduk asli Amerika dan Alaska menyebabkan 0,02%.

Keadaan ini merupakan tahun pertama saat kelompok Afro-Amerika dan Hispanik memberikan angka kurang lebih 46% dari kasus laki-laki, 75% dari kasus wanita dan 80% dari kasus kanak-kanak.

Gambaran yang tidak proporsional ini diperkirakan berkaitan dengan penggunaan obat bius IV, hubungan seks dengan pemakai obat bius IV dan kurangnya akses pada pelayanan kesehatan serta pendidikan.

Daerah-daerah perkotaan yang luas terus melaporkan lebih banyak lagi kasus-kasus penyakit AIDS bila dibandingkan daerah pedesaan karena insidens pemakai obat bius IV dan praktek seksual berisiko tinggi lebih tinggi didaerah perkotaan.

HIV terutama merupakan infeksi yang menjangkiti kaum muda, dengan sebagian besar kasus melibatkan orang-orang yang berusia antara 17 dan 25 tahun. Kendati demikian, infeksi HIV juga pernah dilaporkan  di antara laki-laki dan wanita yang berusia lanjut.

Lebih lanjut, menurut CDC, dari tahun 1991 hingga 1992 terjadi peningkatan jumlah kasus (9,8%) pada kelompok yang tersebar di antara kasus-kasus AIDS yang diloporkan pada wanita, khususnya wanita yang berusia 20 hingga 29 tahun.

Para wanita ini mendapatkan penyakit tersebut lewat kontak heteroseksual pada saat mereka masih berusia remaja. Peningkatan AIDS pada wanita dalam usia reproduktif ini diperkirakan akan meningkatkan pula jumlah anak-anak yang terinfeksi HIV.

Penyakit AIDS juga mencapai proporsi epidemic pada bagian dunia yang lain.